Grid.ID - Tradisi ngabuburit telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia selama bulan Ramadan. Meski kini digunakan secara luas di berbagai daerah, tidak banyak yang mengetahui bahwa istilah ini berakar dari budaya Sunda.
Dosen Sastra Sunda dari Universitas Padjadjaran, Gugun Gunardi, menjelaskan bahwa kata ngabuburit berasal dari frasa Sunda “ngalantung ngadagan burit”. Ungkapan tersebut memiliki makna bersantai sembari menunggu waktu sore menjelang senja. Dalam konteks Ramadan, aktivitas ini identik dengan menanti waktu berbuka puasa.
Makna Kata Ngabuburit dalam Bahasa Sunda
Secara etimologis, istilah ngabuburit juga berkaitan dengan kata “burit” yang berarti sore atau senja. Dalam pembentukan katanya, awalan “nga” menjadikannya sebagai kata kerja, sementara pengulangan bunyi “bu” merupakan ciri khas struktur bahasa Sunda.
Rujukan resmi mengenai istilah ini dapat ditemukan dalam Kamus Sunda-Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 1985.
Di dalam kamus tersebut dijelaskan bahwa “burit” berarti senja, sedangkan “ngabuburit” diartikan sebagai kegiatan berjalan-jalan atau beraktivitas santai untuk menunggu waktu sore, khususnya pada bulan puasa.
Ngabuburit Sebelum Tahun 1960-an
Menurut penuturan Gugun Gunardi, istilah ngabuburit sudah dikenal sebelum dekade 1960-an. Pada masa itu, anak-anak biasanya memanfaatkan waktu menjelang berbuka dengan kegiatan yang bersifat religius, seperti membaca dan belajar menulis Al-Qur’an. Harapannya, menjelang Idul Fitri mereka sudah mampu menamatkan bacaan Al-Qur’an.
Selain kegiatan mengaji, anak-anak juga mengisi waktu dengan permainan tradisional seperti sorodot gaplok, yakni permainan sederhana menggunakan batu yang dimainkan bersama teman sebaya.
Namun, apabila ustaz telah hadir di masjid, kegiatan akan beralih menjadi nadom (melantunkan puji-pujian kepada Allah) atau bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW secara bersama-sama.
Tradisi ini menunjukkan bahwa sejak dahulu ngabuburit tidak sekadar aktivitas santai, tetapi juga sarat nilai edukatif dan spiritual.
| Source | : | Kompas.com,Tribunnews.com |
| Penulis | : | Siti M |
| Editor | : | Siti M |