Grid.ID - Menjalankan ibadah puasa Ramadan seringkali dijadikan alasan untuk cuti berolahraga. Padahal, menjaga kebugaran tubuh justru sangat penting agar tidak mudah lemas saat berpuasa.
Banyak yang khawatir olahraga malah bikin dehidrasi atau kelaparan. Kuncinya ternyata bukan berhenti bergerak, melainkan mengatur asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh.
Asupan nutrisi yang tepat menjadi "bensin" utama agar Sobat Grid tetap kuat beraktivitas fisik meski sedang menahan lapar dan dahaga seharian. Lantas, apa saja menu yang wajib dikonsumsi dan jenis olahraga apa yang aman?
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Dr. Maria Lestari, BMedSc, PGDipSEM, SpKO, menekankan pentingnya gizi seimbang. Kamu tidak boleh sembarangan makan. Komposisi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan air harus diperhatikan. Untuk waktu sebelum berolahraga (saat sahur atau berbuka ringan), tubuh membutuhkan sumber energi cepat.
“Sebelum berolahraga sebaiknya mengkonsumsi karbohidrat seperti nasi, roti, buah untuk tenaga,” ujar Dr. Maria Lestari, Selasa (12/3/2024).
Sebaliknya, hindari makanan yang mengandung lemak tinggi sebelum mulai latihan. Lemak membutuhkan waktu lama untuk dicerna, yang justru bisa membebani kerja lambung saat kita butuh energi cepat.
“Hindari makanan berlemak sebelum olahraga, karena akan lama dicerna tubuh,” tegasnya.
Sementara itu, setelah selesai berolahraga (saat berbuka atau makan malam), fokuslah pada pemulihan otot.
“Setelah selesai berolahraga sebaiknya mengkonsumsi makanan tinggi protein untuk recovery pasca olahraga,” tutur Dr. Maria.
Protein ini bisa didapat dari dada ayam, telur, ikan, atau tempe.
Dehidrasi adalah musuh utama saat puasa. Dr. Maria mengingatkan agar target cairan harian tetap terpenuhi.
| Source | : | Kompas.com,Tribun-video.com |
| Penulis | : | Devi Agustiana |
| Editor | : | Desy Kurniasari |