Grid.ID - Menjalankan ibadah puasa Ramadan bukan berarti aktivitas fisik harus berhenti total. Justru, banyak yang memanfaatkan momen bulan suci ini untuk memperbaiki pola hidup sehat, termasuk dengan kembali rutin berolahraga lari.
Namun, dilema klasik sering muncul di kalangan pegiat olahraga, mana yang lebih baik, lari setelah sahur (pagi hari) atau lari menjelang berbuka (sore hari)?
Setiap orang memang memiliki preferensi waktu latihan yang berbeda. Ada yang merasa lebih segar di pagi hari, namun ada pula yang memilih ngabuburit sehat dengan berlari sore. Lantas, bagaimana menurut kacamata ahli?
Pelatih lari sekaligus pakar bina jasmani, Adewan Putra, memberikan pandangannya terkait hal ini. Menurut pendiri komunitas Adewan Running Academy tersebut, berolahraga lari saat berpuasa idealnya dilakukan mendekati waktu berbuka.
Alasan utamanya berkaitan dengan manajemen cairan tubuh. Lari di pagi hari saat puasa memiliki risiko dehidrasi yang lebih panjang karena tubuh tidak bisa langsung mendapatkan asupan air pengganti.
“Kalau memang ada waktunya, lebih baik olahraga di sore hari, karena saat puasa tubuh mudah dehidrasi,” kata Adewan.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tubuh orang berpuasa sebenarnya sudah mengalami defisit cairan sejak pagi. Jika dipaksakan berolahraga berat di awal hari, risiko dehidrasi bisa meningkat drastis.
Sebaliknya, keuntungan lari sore adalah durasi waktu tunggu untuk minum sangat singkat.
“Jadi setelah selesai latihan, bisa stretching atau cooling down, lalu bisa langsung minum,” jelas Adewan.
Meski lari sore lebih direkomendasikan, Sobat Grid tetap tidak boleh sembarangan. Intensitas latihan harus disesuaikan agar tubuh tidak kaget. Adewan menyarankan waktu latihan dimulai sekitar 1 hingga 1,5 jam sebelum azan Magrib berkumandang.
Jangan langsung memforsir diri dengan lari jarak jauh (long run). Mulailah dengan pemanasan dan latihan kekuatan ringan.
Baca Juga: Jelang Bulan Suci Ramadan, 5 Buah Ini Aman Dikonsumsi untuk Menu Sahur Tatkala Sedang Berpuasa
| Source | : | Kompas.com,Tribun-video.com |
| Penulis | : | Devi Agustiana |
| Editor | : | Desy Kurniasari |