Grid.ID- Ambruknya majelis taklim di Bogor diketahui telan banyak korban. Gubernur Dedi Mulyadi sebut siap tanggung seluruh biaya perawatan.
Korban dalam insiden ambruknya majelis taklim di Kampung Ciapus, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, terus bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bogor mencatat total 89 orang menjadi korban, dengan rincian 85 luka-luka dan empat orang meninggal dunia.
"85 korban luka-luka dan empat orang meninggal dunia," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, dilansir dari TribunJabar.com.
Adam menjelaskan bahwa peristiwa menyedihkan ini terjadi pada Minggu (7/9/2025) sekitar 09.00 WIB. Empat korban yang meninggal dunia teridentifikasi bernama Irni Susanti, Wulan, Nurhayati, dan Yuli.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, sebelumnya melaporkan bahwa ada tiga korban tewas, namun data terbaru menunjukkan peningkatan. Menurut Rudy, majelis taklim itu ambruk karena kelebihan kapasitas, mengingat kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri ratusan ibu-ibu.
"Karena tempatnya terbatas terisi penuh semua, sebagian di dalam, sebagian di luar dan yang berada di pelataran luar kebetulan terasnya berdiri di pinggiran tebing, karena kelebihan kapasitas maka terjadi bencana yaitu tempat tersebut roboh," ujar Rudy.
Selanjutnya, dikabarkan bahwa para korban luka-luka kini ditangani di beberapa rumah sakit. Sementara itu, untuk korban yang meninggal dunia telah dipulangkan ke rumah duka dan sebagian telah dimakamkan.
Pimpinan Majelis Taklim Ashohibiyyah, Ustaz Sulpaldi Harahap menjelaskan bahwa ada 400 orang yang ikut pengajian dan 150 di antaranya berada di dalam gedung. Menurutnya, bangunan itu tak dirancang untuk menampung 150 orang sehingga melebihi kapasitas.
"Memang musibah dari Allah ta'ala. Adapun dibilang jemaah membludak, ya mungkin. Karena kapasitas majelis kami di sini untuk menampung 150 orang," ujar Ustaz Sulpaldi.
"Tapi sementara yang ada di dalam majelis ya segitu. Adapun yang hadir memang lebih dari itu, mencapai 400 orang. Itu pun bukan di dalam majelis, tapi di luar majelis. Apalagi ibu-ibu yang bawa anak, di luar," lanjutnya.
Adapun gedung itu diketahui dibangun setelah Idul Fitri 2025 atau bulan April, dan baru digunakan selama dua bulan sejak Juni. Belum ada keterangan resmi tentang pembangunan gedung itu menggunakan dana swadaya, donatur atau bantuan pemerintah.
Baca Juga: Gedung DPRD Jawa Barat Dilempari Sampah, Dedi Mulyadi Beri Tanggapan Menohok Ini
| Source | : | TribunJabar.id,Kompas |
| Penulis | : | Faza Anjainah Ghautsy |
| Editor | : | Nesiana |