Grid.ID - Tradisi mudik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Setiap tahun, jutaan masyarakat meninggalkan kota tempat mereka bekerja untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.

Meski kini identik dengan Lebaran, sejarah mudik ternyata sudah ada sejak berabad-abad lalu.

Arti Kata Mudik Menurut Bahasa

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata mudik memiliki dua makna utama. Pertama, pulang ke kampung halaman. Kedua, berlayar menuju udik atau hulu sungai di wilayah pedalaman.

Dilansir dari Kompas.com, ahli bahasa sekaligus Direktur Utama Narabahasa, Ivan Lanin, menjelaskan bahwa kata “mudik” telah ditemukan dalam naskah Melayu kuno sekitar tahun 1390. Kata tersebut muncul dalam karya sastra klasik Hikayat Raja Pasai.

Dalam naskah tersebut, kata mudik digunakan untuk menggambarkan aktivitas pergi ke hulu sungai. Istilah ini berkaitan erat dengan kata “udik” yang berarti wilayah hulu atau pedalaman, yang berlawanan dengan “ilir” atau daerah hilir sungai.

Seiring waktu, makna kata mudik mengalami pergeseran. Dari arti awal “pergi ke hulu sungai”, istilah ini kemudian berkembang menjadi “pulang ke kampung halaman”. Perubahan makna tersebut terjadi karena wilayah hulu atau pedalaman sering dianggap sebagai tempat asal seseorang.

Jejak Tradisi Mudik Sejak Masa Kerajaan

Aktivitas yang menyerupai mudik diperkirakan sudah terjadi sejak masa kerajaan Nusantara. Dosen sejarah dari Universitas Sanata Dharma, Silverio Raden Lilik Aji Sampurno, menyebut praktik ini kemungkinan sudah ada sejak era Kerajaan Majapahit dan Kesultanan Mataram.

Pada masa itu, wilayah kekuasaan Majapahit sangat luas, bahkan mencapai kawasan Semenanjung Malaya hingga Sri Lanka. Untuk menjaga wilayah tersebut, kerajaan menempatkan pejabat dan aparat di berbagai daerah.

Dalam periode tertentu, para pejabat ini kembali ke pusat kerajaan untuk menghadap raja sekaligus mengunjungi kampung halaman mereka. Aktivitas kembali ke daerah asal inilah yang kemudian dianggap sebagai bentuk awal dari tradisi mudik.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Usulkan Sopir Angkot, Tukang Ojek, hingga Tukang Becak Libur 14 Hari Saat Mudik Lebaran, Ini Alasannya

Halaman Selanjutnya

Source : Kompas.com,Tribunnews.com
Penulis : Siti M
Editor : Siti M

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#Indonesia

#meninggal dunia

#anak

#pegawai

#viral

#air keras