Grid.ID - NS bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) di RSUD Jampangkulon. Terungkap dugaan ayah kandung telah berbohong soal kematian NS.
NS alias Nizam meninggal dunia usai diduga menjadi korban penganiayaan berat oleh ibu tirinya, TR (47). Hasil visum menunjukkan adanya sejumlah luka fisik di tubuh korban.
TR kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kekerasan fisik dan psikis yang menyebabkan kematian. Ibu kandung NS, Lisnawati, turut melaporkan ayah kandung korban ke Polres Sukabumi. Ia melaporkan mantan suaminya tersebut atas dugaan penelantaran anak dan pembiaran terhadap kondisi korban sebelum meninggal.
Melansir Tribunnewsbogor.com, terungkap dugaan Anwar Satibi (38), sang ayah kandung telah berbohong soal kematian anaknya, NS atau Nizam (12). Polisi kini telah menetapkan ibu tiri sebagai tersangka atas kematian Nizam.
Anwar Satibi sejak awal mengaku bahwa saat Nizam sakit ia sedang bekerja, lalu ditelepon istrinya atau ibu tiri Nizam, TR (42) untuk segera pulang. Padahal menurut ibu kandung Nizam, Lisnawati, Anwar sudah memberi informasi Nizam sakit sejak tanggal 15 Februari 2026.
"Dari bapaknya, 'Bun si Raja sakit'. 'Kenapa gak buru-buru cepat dibawa ke dokter ?'. 'Belum sempat, ayahnya masih sibuk'," katanya.
Bukannya dibawa ke rumah sakit, Anwar justru membahas tentang kematian Nizam.
"Kok bilang kayak gitu. masih sibuk, doain aja, ikhlasin, maafin si Raja. Sepertinya usianya gak lama, jadi ikhlaskan saja," katanya.
Kini polisi telah menetapkan TR sebagai tersangka dengan tuduhan kekerasan terhadap Nizam. Lisna mencurigai bahwa Anwar pun ikut terlibat.
"Feeling saya bapaknya juga yang ada keterlibatan. Iya dugaan. Bukan menuduh. Mungkin (ikut menyiksa)," kata Lisna di Youtube Denny Sumargo. Bukan tanpa alasan, Lisna curiga karena mengenal tipikal tempramental Anwar.
"Iya dulu juga saya sering di KDRT juga sama dia. satu tahun, gak lama. Dia kalau pulang dia banyak cupangnya, cuma saya nanya doang dia marah," katanya. Lisnawati mengaku pernah menjadi korban kekerasan Anwar.
"Sering (pukul) di muka juga pernah, bahkan disiram air panas juga pernah. Ditarik ke WC sambil pakai golok mau dipotong. Waktu itu saya lagi ngandung Nizam. 'Ya udah kalau kamu meninggal meninggal aja sama anak dalam kandungan kamu'," kata Lisna.
Baca Juga: Terima Ancaman dan Alami Trauma, Ibu Kandung NS Jalani Asesmen Medis dan Psikologis Didampingi LPSK
| Source | : | Wartakotalive.com,TribunnewsBogor.com |
| Penulis | : | Desy Kurniasari |
| Editor | : | Desy Kurniasari |