Grid.ID – Di bulan suci Ramadan, hidangan berbahan dasar ayam kerap menjadi primadona di meja makan. Selain praktis untuk disulap menjadi ragam masakan lezat, bahan pangan yang satu ini juga digemari oleh semua kalangan, mulai dari si kecil hingga kakek nenek.
Bicara soal kelancaran ibadah, tahukah kamu kalau mengonsumsi olahan daging putih tanpa lemak berlebih sering kali direkomendasikan dalam berbagai tips puasa untuk penderita asam lambung? Selain bertekstur lembut dan aman di perut bersensitifitas tinggi, daging ayam menyimpan nutrisi yang tak main-main.
Merujuk pada penjelasan ahli gizi Amerika Serikat, Chris Mohr, dari laman Gramedia.com, setiap seratus gram daging unggas ini sanggup menyuplai sekitar 18 gram protein murni. Alhasil, perut akan terasa kenyang lebih lama setelah sahur dan tubuh terhindar dari lemas berkepanjangan.
Sayangnya, tingginya lonjakan pembeli di pasar acap kali dimanfaatkan oleh oknum pedagang nakal. Jika tidak hati-hati, kamu bisa saja membawa pulang daging berbahaya yang justru mengancam kesehatan pencernaan sekeluarga.
Lantas, bagaimana trik jitu mengenali kualitas ayam yang aman?
Seorang Dosen Peternakan dari UGM, Heru Sasongko, membeberkan panduannya. Beliau menekankan bahwa ketajaman mata konsumen saat berbelanja sangatlah krusial.
"Memilih daging ayam memang butuh ketelitian ekstra. Di pasar, kita sering menemui berbagai kondisi ayam yang sekilas terlihat serupa, padahal kualitas dan keamanannya jauh berbeda," kata Heru, dikutip Grid.ID. dari Kompas.com.
Agar tak kecolongan, mari simak panduan membedakan lima jenis kondisi ayam mentah di bawah ini:
1. Daging Ayam Murni (Segar)
Bahan mentah berkualitas unggul ini didapat dari ayam sehat yang dipotong sesuai standar kelayakan. Penampakannya dominan putih dengan rona kemerahan yang cerah, serta sama sekali tidak memiliki noda biru lebam.
Tingkat kekenyalannya juga sangat baik apabila permukaannya ditekan jari, ia akan lekas kembali membal ke wujud semula. Kulit luarnya pun merekat kuat dan tidak gampang dikelupas.
| Penulis | : | Devi Agustiana |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |