Grid.ID - Bulan suci Ramadan adalah momen di mana umat Muslim wajib untuk menahan lapar dan dahaga seharian penuh. Namun dalam keseharian, kita mungkin pernah dihadapkan pada situasi saat teman atau kerabat yang meminta tolong dicarikan atau dibuatkan makanan di siang hari.

Kondisi ini sering kali membuat dilema. Sebenarnya, bagaimana hukum memberi makan orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadan? Apakah kita akan ikut berdosa karena seolah mendukungnya batal puasa?

Melalui salah satu cuplikan ceramahnya, Ustaz Abdul Somad (UAS) menjelaskan bahwa kita tidak boleh langsung menghakimi, tapi juga tidak boleh asal memberi. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah bertanya.

"Kalau ada kawan tak puasa tanya dia, 'Kau tak puasa ini kenapa?'," kata UAS dalam tayangan YouTube Tsaqofah TV yang Grid.ID kutip, Jumat(20/2/2026).

Apabila teman tersebut memiliki uzur syar'i (halangan yang dibenarkan agama) seperti sedang sakit atau berstatus musafir (orang yang bepergian jauh minimal sekitar 90 kilometer), maka boleh bagi kita melayani atau memberikannya makan. UAS memberikan contoh jenaka tentang dirinya sendiri.

"Datang Ustaz Abdul Somad dari Riau ke Melaka bulan Ramadan, nak minta asam pedas Melaka. Boleh tak boleh? Boleh. Sebab apa? Sebab dia musafir," jelasnya.

Bagi mereka yang sakit atau musafir, Islam memberikan keringanan untuk tidak berpuasa dan menggantinya (qadha) di hari lain di luar bulan Ramadan.

Lantas, bagaimana jika tidak puasa hanya karena malas?

Jika teman tersebut sehat wal afiat, tidak sedang bepergian, tapi sengaja membatalkan puasa, kita harus berhati-hati. Menurut UAS, orang yang tidak berpuasa hanya karena malas berstatus sebagai orang yang fasik (berbuat dosa).

Dalam hukum Islam, orang seperti ini sebenarnya berhak mendapatkan Takzir, yakni hukuman yang ditetapkan oleh penguasa atau pengadilan agama (Mahkamah Syariah) untuk memberikan efek jera karena telah melecehkan kewajiban agama.

Dalam konteks keseharian kita, haram hukumnya bagi kita membantu atau memfasilitasi kemaksiatan. Jika alasannya murni karena malas, sebaiknya kita menolak dengan halus untuk memberikannya makanan agar tidak terhitung ta'awun 'alal itsmi (tolong-menolong dalam dosa).

Baca Juga: Puasa Tanpa Drama Lambung! Ini 5 Cara Ampuh Cegah Asam Lambung Naik Saat Ramadan

Halaman Selanjutnya

Penulis : Devi Agustiana
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#Indonesia

#meninggal dunia

#anak

#pegawai

#viral

#air keras