Grid.ID - Diduga bocah SD di Demak akhiri hidup usai bertengkar dengan ibunya. Anak 12 tahun ini sempat unggah tangkapan layar percakapan dengan ibunya lewat WhatsApp.
Peristiwa duka seorang pelajar yang nekat mengakhiri hidup kembali menyita perhatian publik. Kali ini, seorang anak perempuan berusia 12 tahun berinisial SA, ditemukan meninggal dunia di rumahnya, di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Kamis (12/2/2026).
Siswa kelas VI SD itu diduga kuat mengakhiri hidupnya sendiri setelah tidak ditemukan adanya tanda kekerasan di tubuhnya. Korban pertama kali ditemukan oleh sang ibu yang baru pulang bekerja.
Beberapa hari sebelum bocah SD di Demak akhiri hidup, SA sempat mengunggah percakapan yang berisi pertengkaran dengan ibunya. Unggahan tersebut sempat beredar di media sosial namun telah dihapus.
Dalam unggahannya, sang anak diduga merasa sakit hati dengan ucapan ibunya. Di balik tawanya selama ini, ia mengaku merasa capek.
"Screenshot chat dari ibu ke korban lalu diunggah oleh korban di WhatsApp beberapa hari sebelum peristiwa terjadi," kata Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, dikutip dari Tribun Jateng.
Kronologi
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh sang ibu saat pulang kerja pada Kamis (12/2/2026) pukul 18.01 WIB. Dari rekaman CCT terlihat sang ibu baru tiba di rumah naik mobil.
"Berdasarkan rekaman CCTV, ibu korban naik mobil pulang ke rumah. Lalu masuk ke rumah pukul 18.01 WIB," terang Anggah.
Sesaat setelah masuk rumah, sang ibu mendapati anaknya telah tergantung tidak bernyawa. Ia pun lari keluar dan berteriak untuk meminta bantuan.
"Jam 18.03 WIB, ibu korban keluar dan berteriak. Jadi ibu korban ini yang pertama mengetahui anaknya gantung diri," ujar Anggah.
Baca Juga: Sosok Bocah SD yang Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh NTT, Cerdas dan Rajin Bantu Nenek Jualan Sayur
| Source | : | Kompas.com,Tribunjateng.com |
| Penulis | : | Ayu Wulansari K |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |