Grid.ID- Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi perbincangan global setelah arsip kasusnya dirilis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat. Profil Jeffrey Epstein mendadak disorot ulang karena dokumen tersebut menyeret sederet tokoh elite dunia dari berbagai bidang.
Rilis arsip ini memicu kembali teori lama soal “daftar klien” yang diduga disembunyikan pemerintah. Skandal Epstein pun kembali membuka luka lama tentang penyalahgunaan kekuasaan dan impunitas elite.
Enam tahun setelah kematiannya pada 2019, publik pun kembali mempertanyakan jaringan kekuasaan yang mengelilinginya. Lebih lengkapnya, inilah profil Jeffrey Epstein yang tak hanya berisi kisah seorang miliarder, tetapi juga rangkaian tuduhan perdagangan seks yang mengguncang kepercayaan publik.
Arsip Dirilis, Nama-Nama Besar Muncul
Enam tahun setelah kematian Jeffrey Epstein, Kementerian Kehakiman Amerika Serikat merilis arsip terkait kasusnya. Rilis ini membuat profil Jeffrey Epstein kembali ramai dibahas karena memuat puluhan nama tokoh terkenal.
Dalam dokumen pengadilan yang dirilis pada 2024, muncul nama Andrew Mountbatten-Windsor, mantan pangeran Inggris dan saudara Raja Charles III, mantan Presiden AS Bill Clinton, hingga musisi legendaris Michael Jackson. Selain itu, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Kamis (5/2/2026), miliarder Elon Musk dan Mountbatten-Windsor juga disebut dalam catatan penerbangan yang dirilis pada September.
Selama bertahun-tahun, media sayap kanan di AS menuding pemerintah menutup-nutupi rahasia Epstein. Mereka mendorong teori bahwa Epstein menyimpan “daftar klien” untuk memeras tokoh-tokoh berpengaruh.
Profil Jeffrey Epstein
Untuk memahami skandal besar ini, penting menelusuri profil Jeffrey Epstein dari awal. Epstein lahir dan besar di New York. Pada pertengahan 1970-an, ia mengajar matematika dan fisika di sekolah swasta bergengsi Dalton School.
Ia pernah belajar fisika dan matematika di universitas, meski tidak pernah menyelesaikan studinya. Konon, ayah salah satu muridnya terkesan dengan kecerdasannya dan memperkenalkannya kepada mitra senior di bank investasi Wall Street, Bear Stearns. Dari sinilah karier finansial Epstein melesat.
Dalam waktu sekitar empat tahun, Epstein berhasil menjadi mitra di Bear Stearns. Pada 1982, ia mendirikan perusahaan sendiri bernama J Epstein and Co.
| Source | : | Kompas.com,TribunnewsBogor.com |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Desy Kurniasari |