Grid.ID - Profil Sapardi Djoko Damono di dunia literasi Indonesia memang sudah tak perlu diragukan lagi. Ya, Sapardi dikenal sebagai salah satu penyair besar Indonesia.
Bahkan sampai sekarang, karya-karya masih memiliki banyak penggemar dan dikagumi banyak orang.
Profil Sapardi Djoko Damono
Sapardi Djoko Damono dikenal luas sebagai salah satu penyair paling berpengaruh dalam sejarah sastra Indonesia. Karya-karyanya tidak hanya mewarnai perkembangan puisi modern Tanah Air, tetapi juga mendapat pengakuan di tingkat internasional.
Sapardi Djoko Damono lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 20 Maret 1940, tepatnya di kawasan Kratonan, sebagaimana tercatat dalam buku Sapardi Djoko Damono: Karya dan Dunianya (2006) karya Bakdi Soemanto.
Ia merupakan anak pertama dari pasangan Sadyoko dan Sapariah. Ayahnya bekerja sebagai abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta yang memiliki keahlian menatah wayang kulit.
Masa Kecil dan Proses Pengembaraan Batin
Sejak kecil, Sapardi dikenal gemar berkelana, mengikuti kebiasaan ayahnya yang sering bepergian ke berbagai tempat. Namun, kebiasaan itu berubah ketika keluarganya pindah dari Ngadijayan, rumah sang kakek, ke Kampung Komplang, wilayah Solo bagian utara.
Lingkungan baru yang lebih sepi dan belum teraliri listrik membuat Sapardi lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Penerangan saat itu masih mengandalkan senthir atau teplok. Meski demikian, keterbatasan tersebut justru menumbuhkan kebiasaan baru: pengembaraan batin.
Sapardi tidak lagi “kluyuran” secara fisik, melainkan menjelajah dunia batinnya sendiri.
Ia mengasah kepekaan dengan mendengarkan suara-suara dari dalam dirinya, merangkai dan membongkar kata demi kata, hingga melahirkan puisi-puisi yang khas dan reflektif.
| Source | : | Kompas.com,Buku Sapardi Djoko Damono |
| Penulis | : | Siti M |
| Editor | : | Siti M |