Grid.ID - Perayaan Tahun Baru Imlek dikenal sebagai salah satu momen budaya paling meriah dan penuh makna di Asia, termasuk Indonesia. Tradisi ini memiliki akar sejarah yang sangat panjang, menawarkan gabungan antara ritual kuno dan kebiasaan modern yang tetap dilestarikan hingga kini.

Salah satu fakta menarik tentang Imlek adalah penggunaan warna merah yang dominan selama perayaan. Warna merah dianggap melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, serta kemakmuran, dan kerap dipakai dalam dekorasi, busana, dan ornamen rumah.

Di balik kemeriahan tersebut, masyarakat juga percaya bahwa tradisi memakai merah dan menyalakan petasan berasal dari legenda tentang makhluk mitos bernama Nian. Konon suara keras dan cahaya merah dipercaya bisa mengusir roh jahat dan nasib buruk sebelum tahun baru tiba.

Selain itu, ritual membersihkan rumah sebelum Imlek memiliki makna yang mendalam. Pembersihan ini dilakukan untuk menyapu semua energi negatif dari tahun sebelumnya agar ruang dan suasana rumah siap menyambut keberuntungan yang baru.

Tidak semua tradisi berkaitan dengan seni atau dekorasi. Imlek juga sarat dengan aturan yang terkait takhayul. Misalnya, sebagian orang menghindari melakukan hal-hal tertentu seperti menyapu atau membuang sampah pada hari pertama tahun baru karena dipercaya dapat “mengusir” keberuntungan yang baru saja datang.

Dalam tradisi kuliner, penyajian makanan memiliki simbolisme penting. Makanan tertentu seperti kue beras ketan atau pangsit memiliki arti khusus seperti harapan kekayaan, kebersamaan keluarga, dan kelancaran rezeki sepanjang tahun.

Tradisi memberikan amplop merah berisi uang biasa disebut angpao juga menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan. Amplop ini diberikan terutama kepada anak-anak dan kerabat sebagai simbol harapan baik dan berkah di tahun yang baru.

Selain angpao, aktivitas seperti barongsai dan pertunjukan lion dance sering muncul di banyak komunitas saat menyambut Imlek. Pertunjukan ini selain menghibur juga dipandang sebagai cara mendatangkan keberuntungan dan mengusir energi negatif.

Reuni keluarga menjadi momen puncak dalam perayaan Imlek. Banyak perantau yang pulang kampung untuk berkumpul bersama anggota keluarga dalam makan malam besar yang penuh simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Lebih jauh lagi, beberapa tradisi lain seperti saling menyapa dengan ucapan khas juga menunjukkan nilai rasa hormat dan harapan baik. Ucapan seperti “Gong Xi Fa Cai” memiliki makna harapan kekayaan dan kebahagiaan.

Tidak hanya itu, masyarakat yang merayakan Imlek sering mengatur jadwal mereka agar dapat berkumpul dengan sanak keluarga, karena pertemuan ini dianggap sebagai waktu penting dalam mempererat hubungan kekeluargaan.

Baca Juga: Bukan Cuma Kue Keranjang, Ini 10 Makanan dan Minuman Imlek yang Wajib Disantap Agar Hoki Sepanjang Tahun, Ada yang Bikin Enteng Jodoh

Tradisi lain yang masih dijaga adalah pemasangan lampion merah di rumah, jalan, atau tempat ibadah. Lampion ini tidak hanya mempercantik suasana, tetapi juga dipandang membawa semangat baru dan pancaran keberuntungan.

Halaman Selanjutnya
Logo Parapuan
Butuh lebih banyak inspirasi dan berita khusus untuk Puan?
Klik di Sini

Source : Kompas.com,TribunPontianak.co.id
Penulis : Argia Melanie Pramesti
Editor : Desy Kurniasari

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik