Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ngaku sudah memiliki firasat sebelum longsor Cisarua terjadi. Ia mengaku sempat memesan 1000 nasi boks sebelum terjadinya longsor.
Seperti diketahui, bencana longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Peristiwa tragis ini berlangsung di Desa Pasirlangu pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.
Polda Jawa Barat telah menyerahkan total 39 kantong jenazah ke Pos Disaster Victim Identification (DVI) hingga Senin (26/1/2026) pukul 18.00 WIB. Dari 39 kantong jenazah, tim DVi telah berhasil mengidentifikasi 20 jenazah.
Longsor Cisarua memakan banyak korban, Dedi Mulyadi ngaku sempat memiliki firasat. Lantas bagaimana firasat Dedi Mulyadi sebelum longsor Cisaura terjadi? Simak penjelasannya.
Diketahui, firasat itu diungkap Dedi Mulyadi baru-baru ini di akun Instagramnya @dedimulyadi71. Di unggahan itu, Dedi mengaku sudah memesan 1000 nasi boks sehari sebelum longsor Cisarua terjadi.
Kala itu, Dedi tetiba memesan nasi boks itu tanpa tujuan khusus. Siapa sangka, setelah itu terjadi longsor Cisarua.
Akhirnya, Dedi Mulyadi memberikan 1000 nasi boks itu pada para korban longsor. Menurut Dedi, apa yang dilakukannya itu seolah jadi firasat.
"Saya teh isuk-isuk (pagi-pagi) nyiapkeun, jam 12 teh kamari pesenkeun 1.000 box."
"Saya juga nggak tahu buat apa," ujar Dedi Mulyadi di hadapan warga.
"Tuhan hadirkan firasat agar kita sebagai hamba selalu siap menerima situasi dan kondisi kehidupan," tulis pria yang akrab disapa KDM tersebut.
| Source | : | |
| Penulis | : | Widy Hastuti Chasanah |
| Editor | : | Widy Hastuti Chasanah |