Grid.ID - Film animasi Papa Zola The Movie mencatatkan pencapaian yang membanggakan di negara asalnya, Malaysia. Tak hanya sukses menarik perhatian penonton lokal, film ini bahkan mampu bertahan selama 30 hari di posisi pertama box office, meski harus bersaing dengan film-film Hollywood berskala besar.
Sutradara sekaligus penulis skenario Papa Zola The Movie, Nizam Abdul Razak, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut merupakan sesuatu yang benar-benar berada di luar dugaan tim produksi. Apalagi, film animasi ini dirilis hanya selang waktu satu minggu sebelum film blockbuster Avatar masuk ke bioskop.
Menariknya, Papa Zola The Movie ini membuahkan hasil yang baik dan sukses menguasai bioskop di Malaysia. Bahkan film ini telat ditonton lebih dari 3,5 juta penonton dan meraup pendapatan kotor sebesar 200 juta ringgit Malaysia (RM) atau sekitar Rp 206 miliar.
"Kita tayang seminggu lebih awal daripada Avatar, kemudian baru Avatar masuk. Kami pun tidak menyangka, biasanya film Hollywood besar kutipannya sangat bagus, tapi Papa Zola bisa bertahan 30 hari di tempat pertama," ujar Nizam Abdul Razak di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (10/1/2026).
Menurut Nizam, keberhasilan ini menjadi pencapaian penting karena Papa Zola The Movie merupakan film pertama yang secara khusus mengangkat karakter Papa Zola sebagai tokoh utama. Sebelumnya, karakter ini lebih dikenal sebagai bagian dari semesta BoBoiBoy. Antusiasme penonton yang begitu besar pun membuat tim produksi merasa sangat bersyukur.
Kesuksesan di Malaysia membuat Nizam dan tim berharap film ini juga dapat diterima dengan baik oleh penonton Indonesia. Ia menaruh harapan besar agar jumlah penonton di Indonesia dapat menyusul, bahkan melampaui capaian di negara asalnya.
"Itu pencapaian yang kami tidak duga karena ini film pertama Papa Zola. Kami sangat berterima kasih kepada penonton, sudah ada 3,5 juta penonton di Malaysia. Saya harap ber-juta-juta juga akan menonton di Indonesia, Amin," ungkapnya.
Tak hanya menargetkan kesuksesan komersial, Nizam juga secara terbuka menyampaikan ambisi Papa Zola The Movie untuk melampaui capaian film sebelumnya dari semesta yang sama, yakni BoBoiBoy Movie 2.
"Targetnya saya harap lebih daripada BoBoiBoy Movie 2. Jadi harapannya sekarang bisa lebih dari itu. Soal optimisme, itu tergantung pada penonton. Kalau mereka suka, mereka akan bicara tentang bagusnya film ini dan semoga penontonnya terus bertambah," sambungnya.
Kesuksesan Papa Zola The Movie juga tak lepas dari kolaborasi lintas negara yang telah terjalin lama, khususnya antara Malaysia dan Indonesia. Nizam mengungkapkan bahwa sejak awal, tim produksi melibatkan studio animasi dari Indonesia dalam proses pengerjaan film ini.
"Memang untuk Papa Zola pun kami ada studio di Indonesia yang membantu kami. Begitu juga dengan BoBoiBoy series, sudah banyak kolaborasi dengan studio-studio animasi di Indonesia sejak lama, bukan cuma untuk film tapi juga serial," tuturnya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Animasi, Papa Zola The Movie Jadi Surat Cinta untuk Para Ayah dan Pejuang Keluarga
| Penulis | : | Christine Tesalonika |
| Editor | : | Nesiana |