Grid.ID - Dedi Mulyadi kini sudah siapkan dana Rp 2,07 miliar untuk warga Eretan Indramayu yang terdampak banjir rob. Gubernur Jabar langsung minta lakukan ini.
Dedi Mulyadi kini gerak cepat untuk membantu warga Eretan Indramayu yang terdampak banjir rob. Gubernur Jabar bahkan akan melakukan relokasi.
Terbaru, Dedi Mulyadi siapkan dana Rp 2,07 miliar untuk warga Eretan Indramayu yang terdampak banjir rob. Gubernur Jabar langsung minta lakukan ini.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada setiap kepala keluarga yang harus direlokasi sementara akibat penanganan banjir rob di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai bagian dari upaya terpadu untuk menekan risiko banjir yang selama ini kerap mengancam masyarakat pesisir.
Penanggulangan banjir rob di wilayah Eretan dilakukan melalui pembangunan tanggul yang akan dibangun memanjang di sepanjang bantaran Sungai Eretan. Langkah ini diharapkan mampu menghentikan pola bencana yang terus berulang, sehingga warga tidak lagi diliputi rasa cemas setiap kali air laut pasang bertepatan dengan hujan deras.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, terdapat sebanyak 207 kepala keluarga yang tinggal di kawasan bantaran sungai dan harus dipindahkan sementara selama proses pembangunan berlangsung. Kepada warga terdampak tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan sebagai bentuk kompensasi agar proses relokasi tidak menambah beban kehidupan mereka.
"Kami juga berkoordinasi dengan BBWS untuk langkah normalisasi, sehingga warga yang tinggal di bantaran sungai diberikan Rp 10 juta per KK untuk diminta pindah dulu," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari TribunJabar.id.
Ia menjelaskan, kebijakan relokasi sementara diambil lantaran kondisi banjir rob di kawasan Eretan, Indramayu, terus memburuk dari tahun ke tahun. Ancaman genangan air telah menjadi masalah lama yang tak kunjung terselesaikan bagi warga setempat.
Menurut Dedi, penyebab banjir tidak hanya berasal dari naiknya permukaan air laut. Luapan Sungai Eretan yang sudah tidak mampu menampung debit air saat musim hujan juga turut memperparah situasi.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa langkah pemerintah daerah sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tanggul sungai dan tembok laut. Proyek tersebut bertujuan melindungi masyarakat Eretan dari bencana banjir rob yang berulang.
"Untuk pembangunan tanggul ini sungainya harus bersih dahulu, sehingga warga sekitar juga harus direlokasi sementara waktu, khususnya yang tinggal di bantaran sungai," kata Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Segera Temui Buruh Imbas Kenaikan Upah Minimum Jabar 2026, Target Rampung 24 Desember
| Source | : | TribunJabar.id,Kompas.com |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |