Grid.ID - Anita, penumpang KRL yang menjadi penyebab pegawai KAI bernama Argi dipecat, akhirnya memberikan klarifikasi. Ia membuat video bersama sang suami yang diunggah di akun @alvinhrrs. Dalam video tersebut, mereka menyampaikan permintaan maaf atas hebohnya berita tentang tumbler yang hilang.
Dalam video itu, sang suami berkata, "Kami berdua ingin meminta permohonan maaf sebesar-besarnya kepada saudara Argi dan semua pihak terkait yang kena dampak dan dirugikan atas ucapan dan perbuatan kami berdua.” Ucapan itu disampaikan dengan nada dan wajah yang dianggap lemas oleh banyak penonton.
Mereka mengakui bahwa tindakan mereka tidak bijak dan telah melukai perasaan banyak orang. Pasangan itu juga menegaskan bahwa mereka menyesali kejadian tersebut.
Anita kemudian melanjutkan dengan pernyataannya sendiri dalam video itu. Ia mengatakan, "Dari kejadian ini sebagai pembelajaran untuk kami, agar lebih berhati-hati lagi ke depannya."
Video klarifikasi tersebut cepat menyebar di media sosial. Ribuan netizen langsung memenuhi kolom komentar dengan respons kesal.
Banyak netizen menilai permintaan maaf mereka terdengar lemas dan tidak menunjukkan penyesalan. Beberapa bahkan menyebut ekspresi mereka tidak meyakinkan.
Salah satu akun Instagram, @ern****, ikut memberikan komentar pedas. Ia menulis, "Nada bicaranya tdk mencerminkan penyesalan ya. Lebih ke kesal karena viral dan dipecat kah?"
Akun lain juga memberikan kritik keras terhadap klarifikasi tersebut. Ia mengatakan, "Bikin threadsnya paling semangat, giliran permohonan maap lemes amat mbaaaa."
Komentar-komentar itu mencerminkan besarnya kemarahan publik. Banyak yang merasa klarifikasi itu sekadar formalitas tanpa ketulusan.
Di sisi lain, imbas dari viralnya kasus ini berdampak langsung pada pekerjaan Anita. Ia diketahui telah dikeluarkan dari tempat kerjanya.
Akun Instagram @daidanutama, yang merupakan tempat Anita bekerja, turut mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menyampaikan "Dengan ini kami ingin menginformasikan bahwa per tanggal 27 November 2025 ybs sudah tidak bekerja lagi di perusahaan." Perusahaan juga menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Anita tidak mempresentasikan nilai-nilai budaya kerja perusahaan. (*)
| Source | : | |
| Penulis | : | Gemma Ramadhina Zaneta |
| Editor | : | Nesiana |