Grid.ID- Cedera bahu menjadi salah satu masalah yang paling sering dialami saat main padel, terutama karena karakter permainan yang sangat repetitif. Meski terlihat ringan, gerakan memukul bola berulang kali dapat memberikan tekanan besar pada area bahu yang terdiri dari otot dan tendon penting.
Banyak pemain yang tidak menyadari bahwa teknik memukul yang salah dapat menjadi pemicu utama cedera. Di sisi lain, kurangnya pemanasan juga menjadi penyebab klasik yang kerap diabaikan pemain rekreasional.
Mengingat main padel membutuhkan kekuatan bahu untuk rotasi, fleksibilitas, hingga kontrol arah pukulan, menjaga bahu tetap sehat adalah prioritas utama. Nah, berikut ulasan mengenai penyebab, pencegahan, hingga penanganan cedera bahu saat main padel.
Mengapa Cedera Bahu Sering Terjadi saat Main Padel?
Dalam olahraga padel, area bahu bekerja sangat keras untuk menghasilkan gerakan seperti fleksi, ekstensi, abduksi, aduksi, hingga rotasi internal dan eksternal. Gerakan ini melibatkan otot deltoid, biceps, dan triceps yang terus bekerja sepanjang permainan.
Dikutip dari Padel Magazine, Minggu (23/11/2025), ada beberapa faktor utama pemicu cedera bahu saat main padel. Apa saja?
1. Teknik Pukulan yang Salah
Teknik yang buruk, terutama pada pukulan seperti vibora atau bandeja, dapat memberikan tekanan berlebih pada sendi bahu. Kesalahan sudut pukulan atau posisi tubuh dapat memicu iritasi tendon dan otot.
2. Repetisi Tanpa Istirahat
Latihan atau pertandingan panjang dengan repetisi pukulan yang sama tanpa jeda berisiko besar menyebabkan peradangan pada area bahu.
3. Pukulan Terlalu Cepat dan Tidak Stabil
Pukulan yang dilakukan dengan kecepatan berlebih tanpa kontrol dapat membuat tubuh kehilangan keseimbangan dan memaksa bahu bekerja di posisi yang tidak aman.
| Source | : | Padel Magazine |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Nesiana |