Grid.ID – Sutradara kondang Hanung Bramantyo mengungkap perlakuan kurang menyenangkan yang ia terima karena membuat film kritik sosial. Bahkan Hanung mengaku hampir masuk penjara hingga disamakan dengan teroris.

Pengalaman pahit itu terjadi saat ia menggarap film biopik Soekarno. Karya yang dirolis tahun 2013 itu membuatnya harus menjalani pemerikaaan polisi.

Meski berdomisili di Jakarta, Hanung sempat bingung lantaran ia menjalani BAP di Mabes Polri, bukan di tingkat Polda.

Hanung menceritakan momen ironis saat dirinya berada di ruang pemeriksaan. Ia mendapati dirinya duduk tidak jauh dari tersangka terorisme.

"Puncaknya adalah ketika saya membuat film Soekarno. Saya nyaris masuk penjara. Saya di-BAP di Mabes. Berseberangan dengan teroris," ungkap Hanung Bramantyo dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (21/10/2025).

Situasi tersebut menyadarkan Hanung akan risiko besar profesi yang jalaninya. Ia merasa diperlakukan setara dengan ancaman negara, padahal senjatanya hanyalah kamera dan skenario, bukan bahan peledak.

"Jadi terorisnya di BAP, saya juga di BAP. Bedanya dia ngebom, saya bikin film. Saya baru sadar bahwa ternyata film itu seberbahaya nge-bom," tuturnya getir.

Serangan Fisik dan Ancaman Penjara

Hanung menjelaskan bahwa tekanan yang ia terima bukan hanya ancaman penjara, tetapi juga serangan fisik dari massa ormas. Sebelum kasus Soekarno, film Tanda Tanya dan Cinta Tapi Beda juga memicu kemarahan kelompok tertentu.

"Saya membuat film Tanda Tanya, di tiga tempat saya digeruduk sama massa. Mobil saya dipecah. Serangan mereka sudah masuk ke dalam wilayah domestik," kenangnya.

Rentetan kejadian inilah yang sempat membuat Hanung kapok membuat film bertema kritik sosial. Ia bahkan mendapat ultimatum keras dari sang istri, Zaskia Adya Mecca.

Baca Juga: Film 'Bolong' Tembus Festival Film Rotterdam 2026, Hanung Bramantyo: Ini Bentuk Kemarahan Saya pada Negara

Halaman Selanjutnya

Penulis : Ulfa Lutfia Hidayati
Editor : Nesiana

Tag Popular

#berita artis hari ini

#Nathalie Holscher

#imlek

#ngawi

#tahun baru china

#bintang

#meninggal dunia

#Bandung

#Indonesia

#Aurel Hermansyah