Grid.ID - Kronologi guru di Subag diminta ganti rugi Rp 150 ribu menyita perhatian publik. Hal itu pun terjadi usai sang guru menampar siswa yang bolos sekolah.
Sang guru yang diketahui bernama Rana Saputra pun tampak menangis. Pasalnya, ia sampai diviralkan oleh orang tua siswa yang bersangkutan.
Kronologi Guru di Subang Diminta Ganti Rugi Rp 150 Ribu
Usut punya usut, kejadian tersebut terjadi tepatnya di SMP Negeri 2 Jalancagak, Kabupaten Subang. Dimana saat itu, Rana menampar siswa berinisial ZR (16) karena ketahuan loncat pagar yang baru selesai dibangun.
Setelahnya, orang tua ZR yang tak terima kemudian mendatangi sekolah. Bahkan merekam sang guru dan mengunggah di media sosial hingga viral.
ZR sendiri selama ini rupanya memang dianggap sebagai siswa yang suka mencari masalah. Sebelumnya, ZR juga melakukan pelanggaran lain, di antaranya merokok di sekolah hingga berkelahi.
Rana sendiri telah mengakui kesalahannya di depan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Ia juga telah meminta maaf kepada orang tua ZR, setelah pihak sekolah menggelar mediasi, Selasa (4/11/2025). Namun, malam hari setelah mediasi, ia tiba-tiba dihubungi oleh orang tua ZR yang masih meminta penyelesaian secara kekeluargaan.
"Tiba-tiba malam saya ditelepon, ini kasus sebelum naik ke Polres kita selesaikan dulu dengan kekeluargaan (setelah video viral)," kata Rana, dikutip Grid.ID dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Sabtu (8/11/2025).
Rana juga diperlihatkan surat visum yang dilakukan ZR dan kwitansi tertera nominal Rp 150 ribu. Dimana ia diharuskan mengganti rugi, padahal saat menampar, ZR tak mengalami kondisi memar atau terluka.
"Memperlihatkan surat visum, di kwitansi Rp150 ribu. Sehat, anaknya langsung sekolah lagi besoknya, tidak (memar)," ujar Rana.
"Saya juga punya takaran ini anak pantasnya segini (ditampar ringan). Ujung-ujungnya minta diganti uang pengobatan," imbuhnya.
Baca Juga: Kronologi Hiu Goreng Jadi Menu MBG Sekolah di Ketapang, 24 Siswa dan 1 Guru Auto Keracunan