Grid.ID - Menkeu Purbaya berencana memberlakukan kebijakan soal larang impor pakaian bekas dari luar negeri. Kini para pedagang thrifting mengalami masa sulit.

Rencana Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi soal larangan impor pakaian bekas telah membuat resah para pedagang thrifting. Sebab mereka saat ini bergantung dengan stok pakaian bekas untuk dijual kembali.

Meksipun kebijakan belum diterapkan, namun dampaknya sudah sangat terasa bagi para pedagang. Salah satunya para pedagang pakaian bekas di Pasar Sentral Pekkabata, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Mereka menolak kebijakan tersebut. Hal ini lantaran banyak orang yang menggantungkan hidupnya dengan menjadi penjual pakaian bekas selama puluhan tahun.

Salah satu pedagang pakaian bekas di pasar tersebut mengatakan siap mematuhi aturan. Namun ia meminta penjelasan pemerintah terkait alasan pelarangan impor pakaian bekas dan berharap ada solusi bagi para pedagang kecil.

"Kami minta alasan prinsip apa yang mendasari pemerintah melarang impor pakaian bekas. Dan kami berharap ada solusi terbaik dari pemerintah, karena faktanya pengusaha dan masyarakat cukup diuntungkan dengan pakaian bekas," ujar Akbar, salah satu pedagang, dikutip dari Tribunnews.

Kecemasan juga dialami oleh Rendy (38). Ia merupakan seorang pedagang thrifting di Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Meksipun kebijakan memiliki tujuan baik yakni agar produk lokal bisa terlindungi, namun bagi Rendy kebijakan itu harus didiskusikan ulang. Sebab baginya yang sudah menggantungkan hidup selama 14 tahun di jual beli pakaian impor punya nilai keberlanjutan sendiri.

"Untuk nanti misalkan kejadian thrifting diganti ke barang lokal, nah itu gue agak bingung juga. Nanti gue mau jualan apa? Soalnya sementara ya orang udah tahunya thrifting tuh bahan-bahan dari segi kualitas, kuantitas lebih oke, lebih bagus," kata Rendy, dikutip dari Kompas.com.

Menurut Rendy, usaha pakaian bekas tidak seharusnya dianggap salah. Sebab tidak semuanya berasal dari produk ilegal.

"Thrifting ini kan bukan menjatuhkan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah). Justru pribadi gue bilang ini malah membantu UMKM. Yang menjatuhkan itu kalau menurut gue sih produk-produk ilegal dari China itu yang masuk," jelasnya.

Baca Juga: Hasan Nasbi Kritik Menkeu Purbaya, Analis Politik Berikan Tanggapannya, Sebut Tak Ada Masalah?

Halaman Selanjutnya

Source : tribunnews,Kompas.com
Penulis : Ines Noviadzani
Editor : Nesiana

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik