Grid.ID - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea angkat bicara mengenai vonis 1 tahun 6 bulan penjara yang dijatuhkan kepada Razman Arif Nasution. Meski menganggap hukuman tersebut tergolong ringan, Hotman Paris meyakini bahwa kehancuran karier Razman adalah hukuman yang sesungguhnya dan yang paling berat.
"Eh, ya menurut saya sih rendah," ujar Hotman Paris saat dimintai tanggapan di PN Jakarta Selatan pada Jumat (3/10/2025).
Ia menyoroti perbuatan Razman yang berulang kali menuduhnya sebagai "penjahat seks" dan memiliki "kelainan seks" di Instagram tanpa pernah menempuh jalur hukum resmi.
"Jadi dia itu mau pansos di Instagram dengan menghancurkan nama orang, menghina nama orang," tambahnya.
Menurut Hotman, tindakan-tindakan Razman didasari oleh dendam pribadi setelah dipecat sebagai kuasa hukum Dokter Richard Lee. Razman, kata Hotman, keliru mengira dirinya merebut klien tersebut.
"Itu dipergunakan untuk membalaskan dendamnya sama saya, gara-gara dia dipecat sama Dokter Richard Lee, dia kira aku rebut kliennya. Padahal Richard Lee itu adalah partner saya dalam bidang skincare waktu itu. Jadi, enggak ada kaitan sama sekali," jelas Hotman.
Lebih dari sekadar vonis pidana, Hotman menekankan bahwa dampak terbesar bagi Razman adalah hancurnya reputasi dan profesinya. Pembekuan izin praktiknya sebagai advokat (surat BAS) dianggap sebagai pukulan telak yang menghilangkan mata pencahariannya.
"Sekarang dia sudah terima hukuman yang bukan hanya hukuman pidananya yang berat, tapi adalah karier dia itu sudah hancur gara-gara itu. Itu yang paling berat itu," tegas Hotman.
"Dengan dibekukannya surat BAS-nya dia enggak bisa sidang, itu sudah, itu yang paling berat sebenarnya. Artinya apa? Alat cari makan dia hilang. Terus gimana dia membiayai bini-bini-bininya?" sindirnya.
Ketika disinggung mengenai kemungkinan memaafkan jika Razman meminta maaf, Hotman Paris dengan tegas menolaknya. Ia meyakini bahwa karakter Razman tidak akan berubah.
"Minta maaf? Razman itu tidak akan berubah lagi, sudah begitulah cara berpikirnya," kata Hotman.
| Penulis | : | Christine Tesalonika |
| Editor | : | Nesiana |