Grid.ID - Kronologi wali murid tolak MBG di sekolah swasta elit Serang. Orang tua siswa tersebut beri sindiran telak soal SPP belasan juta yang mereka bayarkan.
Sejumlah wali murid Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Izzah Kota Serang, Banten, menyatakan keberatan mereka terhadap program Makan Berigizi Gratis (MBG). Salah satu perwakilan yaitu Baim Aji menjelaskan bahwa masih banyak sekolah lain di Kota Serang yang lebih membutuhkan program tersebut.
"Kami sudah membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan biaya masuk yang cukup besar, sampai belasan juta. Kalau sudah mampu membiayai itu, kenapa harus ada MBG masuk ke dalam sekolah," katanya, dilansir dari Kompas.com.
Selain Baim, ada juga Hayati Nufus atau yang kerap disapa Bidan Aya juga memberikan komentarnya. Dia menilai bahwa orang tua siswa SDIT Al Izzah sudah memiliki fasilitas yang cukup dan mempu membiayai kebutuhan pendidikan anak-anaknya.
"Bapak ibu saya sepakat dengan pak wali maaf anak-anak kami sebagian besar anak SDIT Al Izzah ini punya supir satu-satu, rata-rata wali murid punya mobil Pajero, Fortuner hartanya Rp700 juta, jadi sebulan Rp3 juta," jelasnya.
Sementara itu, penolakan juga dilakukan pada keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditempatkan di lingkungan sekolah. Pasalnya, angket persetujuan diketahui baru dibagikan setelah program berjalan.
"Angket itu tidak ada dari yayasan diberikan kepada kami, angket itu disebarkan sebelum program bukan disebarkan setelah berjalan, setelah jalan kami diminta untuk menyetujui kayak mulut udah dijejelin aja," ucap Hayati Nufus.
Bidan Aya ini juga mengatakan bahwa program ini hanya cocok bagi siswa yang berasal dari kalangan kurang mampu. Dia merasa tak rasional, jika MBG ini dilaksanakan di SDIT yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga mapan.
"Ini bukan tentang emang saya harus keluar uang lebih tapi saya tidak nyaman ketika ditanyakan ibu sama anak saya, bener sih. Kenapa saya duduk di sini, saya mau bertanya, kenapa mesti MBG itu di Al Izzah, dilihat dari segi mana pun tidak rasional," tandas Hayati.
Adapun, diketahui bahwa sejumlah wali murid SDIT Al Izzah ini mengadu kepada Wali Kota Serang Budi Rustandi, pada Senin (29/9/2025). Salah satu orang tua siswa yaitu Baim Aji menegaskan untuk tidak melakukan praktik bisnis di sekolah.
“Jadi kami, wali murid ya, silakan kalau mau berbisnis dengan MBG. Tapi tempatnya jangan di area yayasan. Ya, silakan di luar atau di mana saja, jangan di dalam lingkungan sekolah,” Tegas Baim.
| Source | : | Banjarmasinpost.co.id,Kompas |
| Penulis | : | Faza Anjainah Ghautsy |
| Editor | : | Nindya Galuh Aprillia |