Grid.ID - Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan DPR RI. Massa membawa atribut sapu lidi hingga kemoceng.
Jakarta kembali diwarnai aksi unjuk rasa. Puluhan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia kompak turun ke gerbang utama Gedung DPR RI, Rabu (2/9/2025), dengan atribut serba pink, mulai dari pakaian, tas, hingga payung. Mereka menyebut aksinya sebagai bentuk perlawanan terhadap tindakan represif aparat sekaligus menyampaikan keresahan atas kebijakan pemerintah.
Dari pantauan Grid.ID, sejak sekitar pukul 10.00 WIB, massa sudah memadati depan area. Suasana semakin mencuri perhatian karena peserta aksi membawa sapu lidi sebagai simbol solidaritas. Tak lupa dengan poster-poster penuh pesan tegas.
"Yang huru-hara pejabat negara. Yang dianggap beban, guru, dan dosen. Waras kau?" bunyi salah satu poster.
Orasi pun disampaikan secara bergantian dari atas mobil komando. Salah seorang orator, Eka, mengungkapkan adanya korban jiwa akibat kekerasan aparat.
"Kita melihat bahwa sejak 25 Agustus, aksi yang dilakukan masyarakat begitu direspon represif aparat, dan ada 10 korban jiwa," kata Eka dengan berapi-api.
"Kami akan melakukan aksi secara damai. Kalau ada yang menyampaikan aksi adalah makar adalah terorisme maka itu adalah ancaman," imbuhnya.
Dari pantauan di lokasi, hingga artikel ini ditulis, para peserta aksi masih berorasi lantang sembari membentangkan poster penuh tulisan tuntutan. (*)
Baca Juga: Ojol Turun ke Monas, Dari Luka Affan Hingga Tuntutan RUU Pengemudi Online
| Penulis | : | Devi Agustiana |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |