Grid.ID - Ada beberapa tuntutan yang disuarakan ojol dalam aksi damai di Monas, di antara hal tersebut adalah pengesahan RUU pengemudi online.
Suasana haru mewarnai kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, ketika ribuan pengemudi ojek online (ojol) berkumpul dalam aksi damai. Bukan hanya sekadar turun ke jalan, para ojol membawa pesan mendalam.
Massa menuntut keadilan bagi Affan Kurniawan, seorang ojol yang meregang nyawa usai terlindas kendaraan taktis Brimob. Selain itu, massa mendesak pemerintah segera membahas RUU ojol yang selama ini mereka nanti-nantikan.
"Bahwasanya kami akan mengawal kasus saudara kita Affan, kemudian kita sekian lama meminta RUU untuk teman-teman ojol, kejelasan tentang hukum di teman-teman ojol itu sendiri," kata Billy Kurniawan, Koordinator Aksi Damai Sejuta Mawar, di sela aksi pada Selasa (2/9/2025).
Profesi ojol tak hanya dilihat sebagai pengantar penumpang dan barang. Akan tetapi, juga simbol pahlawan jalanan yang rela berjuang demi perubahan sosial.
Menurut Billy, RUU ojol dianggap sebagai kunci untuk memberikan kepastian hukum. Hal itu juga untuk memperjelas status mereka sebagai mitra perusahaan, hingga memastikan adanya standar operasional prosedur (SOP) yang lebih manusiawi.
"Kemudian, perlindungan kami untuk tenaga kerja, asuransi, BPJS, dan beberapa poin-poin penting lain," tutur Billy.
Namun di balik semangat perjuangan, tersimpan kesedihan mendalam. Pendapatan ojol juga disebut anjlok akibat kericuhan yang terus berlarut, membuat banyak dari mereka tak lagi mendapat order.
"Lumayan, lumayan besar (penurunan pendapatannya). Karena semua teman-teman jadi enggak bisa beraktivitas, mereka enggak ada order gitu, enggak dapat order (pesanan)," tandas Billy.
Adapun Ojol menggelar acara aksi damai bertajuk "Tebar Sejuta Mawar Kebaikan" di sekitar Monas, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2015). Momen berpelukan antara ojol dan aparat menjadi sorotan. Aksi tersebut juga disertai dengan pembagian bunga sebagai tanda perdamaian dan kehangatan. (*)
Baca Juga: Sepatu Air Jordan Jadi Sorotan Usai Diundang Wapres, Arief Tegaskan Jadi Ojol Sejak 2018
| Penulis | : | Devi Agustiana |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |