Grid.ID- Tidak ada yang bersifat abadi dalam pernikahan. Apa yang dulu terasa penuh cinta, hangat, dan penuh dukungan, bisa memudar tanpa kedekatan emosional. 

Sebuah studi dalam The Qualitative Report menjelaskan bahwa hilangnya rasa cinta atau respek pada pasangan sering kali dipicu oleh kehilangan emosional dan rasa sakit batin. Inilah yang kemudian membuat seorang suami tidak lagi merasa bahagia dalam pernikahan. Saat cinta memudar, kebahagiaan ikut luntur, meninggalkan kehampaan dan perasaan tidak lagi dihargai dalam rumah tangga.

Hal ini bisa terlihat melalui perilaku sehari-hari yang tanpa sadar dilakukan seorang suami di rumah. Dikutip dari Your Tango.com, Minggu (31/8/2025), berikut ini tanda-tanda suami yang tidak lagi bahagia dalam pernikahan.

1. Menghindari Percakapan Mendalam

Suami yang tidak lagi bahagia dalam pernikahan sering kali enggan melakukan percakapan mendalam. Mereka cenderung menghindari kerentanan emosional, baik dengan menolak membicarakan konflik, menyembunyikan perasaan, maupun mengganti keintiman dengan sikap remeh-temeh.

Akibatnya, hubungan mulai terasa seperti sekadar berbagi rumah dan tanggung jawab, bukan lagi ikatan emosional yang kuat. Padahal, percakapan yang dalam meskipun terkadang canggung justru membantu pasangan tumbuh bersama. Jika kebiasaan ini terus berlangsung, hubungan bisa kehilangan arah dan jarak emosional semakin melebar.

2. Berhenti Memberi Pujian

Dalam pernikahan, setiap pasangan ingin merasa dihargai dan diakui. Namun, tanda suami tidak bahagia bisa terlihat ketika ia berhenti memberi pujian.

Ia mungkin tidak lagi memperhatikan penampilan atau usaha pasangannya, bahkan cenderung mengabaikan momen kecil yang seharusnya bisa mempererat hubungan. Hilangnya apresiasi ini membuat istri merasa diabaikan, padahal validasi sederhana seperti pujian memiliki pengaruh besar dalam membangun keintiman. Ketika seorang pria tidak lagi memberi pujian, bisa jadi itu menandakan adanya penurunan ketertarikan atau rasa cinta.

3. Menghindari Waktu Bersama

Tanda lain suami tidak bahagia dalam pernikahan adalah ketika ia selalu menghindari waktu bersama. Ia bisa saja memilih lebih banyak bekerja, menghabiskan waktu dengan teman, atau sibuk dengan ponsel untuk menghindari kebersamaan dengan pasangan.

Baca Juga: 7 Tips Memilih Makanan untuk Acara Pesta Pernikahan Selain Menyesuaikan Budget, Calon Pengantin Wajib Tau!

Menurut psikolog Mark Travers, kualitas waktu dalam pernikahan adalah kunci utama menjaga kedekatan emosional. Jika hal ini berkurang, akan muncul rasa kesepian dan tidak diprioritaskan. Akhirnya, kebiasaan ini bukan hanya menjadi gejala, tetapi juga penyebab semakin renggangnya hubungan.

4. Menyimpan Rahasia

Pernikahan yang sehat dibangun atas dasar kejujuran dan keterbukaan. Namun, suami yang tidak bahagia cenderung menyimpan rahasia dan menghindari keterbukaan.

Mereka mungkin membuat kebohongan kecil untuk menghindari konflik atau sekadar menjauh dari interaksi emosional dengan pasangan. Jika hal ini dibiarkan, kepercayaan dalam hubungan bisa terkikis. 

Tanpa kepercayaan, pernikahan sulit bertahan karena fondasi utamanya sudah goyah. Kehilangan keterbukaan ini menjadi salah satu tanda serius bahwa cinta dalam hubungan mulai memudar.

5. Selalu Bersikap Defensif

Suami yang merasa tidak bahagia dalam pernikahan sering kali menunjukkan sikap defensif. Bahkan, hal-hal kecil seperti pekerjaan rumah bisa memicu perdebatan. Sikap ini muncul karena ia menekan banyak emosi yang tidak tersampaikan.

Menurut terapis Jason Whiting, sikap defensif bisa terlihat dalam bentuk mentalitas korban, menyalahkan pasangan, atau kemarahan. Dalam hubungan yang sehat, seharusnya ada ruang untuk mendengar dan mengakui kesalahan. Namun, jika defensif menjadi pola, maka tanda bahwa hubungan kehilangan keseimbangan semakin jelas.

6. Menghindari Kontak Mata

Kontak mata adalah bentuk komunikasi non-verbal yang penting dalam pernikahan. Menurut studi dalam NeuroImage Journal, tatapan mata bisa memperkuat ikatan emosional dan menghadirkan rasa kedekatan.

Namun, ketika suami sengaja menghindarinya, hal ini bisa menandakan adanya jarak emosional. Ia tidak lagi berusaha membangun kedekatan meski dalam momen sederhana.

Baca Juga: Mengenal Upacara Pedang Pora, Tradisi yang Ada di Serangkaian Acara Pernikahan TNI AL

Menghindari kontak mata secara konsisten menunjukkan adanya penarikan diri dari hubungan. Ini adalah tanda kecil namun berdampak besar dalam mencerminkan kondisi emosional suami.

7. Berhenti Mengucapkan "Aku Cinta Kamu"

Ucapan sederhana seperti "Aku cinta kamu" memiliki makna besar dalam pernikahan. Psikolog Harvard, Dr. Cortney Warren, menyebutkan bahwa ungkapan ini adalah wujud komitmen, cinta, dan perhatian.

Namun, jika suami berhenti mengucapkannya, perasaan istri bisa terguncang dan muncul rasa tidak dicintai. Ketidakhadiran kalimat ini membuat pasangan merasa terabaikan.

Seiring waktu, hal ini bisa memperlebar jarak emosional. Suami yang bahagia akan tetap berusaha menjaga ekspresi kasih sayang, meski dengan cara sederhana.

8. Memicu Pertengkaran Kecil

Suami yang tidak bahagia dalam pernikahan cenderung sering memicu pertengkaran kecil. Ia mungkin berdebat soal hal sepele atau terlalu kritis terhadap pasangannya. Pertengkaran semacam ini sering kali dijadikan pengalih dari masalah yang lebih besar.

Dengan fokus pada hal-hal kecil, ia bisa menghindari diskusi yang lebih serius. Namun, pola ini justru membuat pasangan semakin lelah dan kehilangan kedekatan. Jika berlangsung terus-menerus, pertengkaran kecil bisa menjadi tanda jelas bahwa hubungan berada di jalur yang salah. 

9. Lebih Banyak Menghabiskan Waktu Sendiri

Dalam pernikahan, setiap pasangan memang membutuhkan waktu pribadi. Namun, jika seorang suami menghabiskan terlalu banyak waktu sendiri, ini bisa menjadi tanda ia tidak lagi bahagia.

Ia mungkin lebih memilih aktivitas individu, teman, atau media sosial dibandingkan menghabiskan waktu bersama istri. Menurut konselor Suzanne Degges-White, keseimbangan antara waktu pribadi dan waktu bersama pasangan adalah kunci hubungan sehat. Jika keseimbangan ini hilang, hubungan bisa kehilangan rasa kedekatan dan prioritas satu sama lain.

10. Tidak Lagi Merencanakan Kencan

Pasangan yang bahagia dalam pernikahan biasanya tetap berusaha merencanakan waktu khusus bersama, meski sudah menikah bertahun-tahun. Penelitian dari Marriage Foundation menunjukkan bahwa pasangan yang rutin berkencan lebih bahagia dan puas dalam hubungannya.

Namun, tanda suami tidak bahagia bisa terlihat ketika ia berhenti merencanakan kencan atau momen spesial. Ia lebih memilih fokus pada dirinya sendiri dibanding membangun kebersamaan dengan pasangan. Ketika usaha untuk menjaga keintiman berhenti, maka hubungan pun berisiko semakin renggang. (*)

 

Logo Parapuan
Butuh lebih banyak inspirasi dan berita khusus untuk Puan?
Klik di Sini

Source : Your Tango
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Nesiana

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#Bandung

#ngawi

#Okie Agustina

#Indonesia

#meninggal dunia