Grid.ID - Mengenal tentang upacara Pedang Pora. Tradisi yang ada di serangkaian acara pernikahan TNI AL.

Dalam setiap pernikahan anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), ada satu tradisi yang selalu mencuri perhatian dan memberikan nuansa khidmat sekaligus sakral, yaitu upacara Pedang Pora. Tradisi ini bukan sekadar seremonial, tetapi mengandung makna mendalam tentang kehormatan, loyalitas, dan pengabdian.

Dengan deretan perwira membentuk barisan dan mengangkat pedang ke langit, momen ini menjadi simbol masuknya pasangan pengantin ke dalam kehidupan baru yang penuh tanggung jawab, baik sebagai keluarga maupun bagian dari institusi militer. Pedang pora merupakan salah satu tradisi istimewa yang dijalankan oleh TNI Angkatan Laut.

Adat ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada perwira yang memasuki kehidupan pernikahan untuk pertama kalinya. Tradisi ini menggambarkan solidaritas dan kekompakan antarsesama perwira, baik dalam tugas kedinasan maupun dalam kehidupan pribadi.

Upacara ini juga menjadi simbol penghargaan dari para perwira muda kepada rekannya yang mengawali lembaran baru dalam hidupnya sebagai seorang suami. Mengacu pada buku "Tradisi TNI Angkatan Laut" yang diterbitkan oleh Dinas Perawatan Personel TNI AL pada tahun 2020, disebutkan bahwa upacara pedang pora hanya boleh dilakukan satu kali seumur hidup oleh seorang perwira, yakni saat pernikahan pertamanya.

Melansir dari Kompas.com, pelaksanaan upacara ini biasanya diadakan di gedung pertemuan atau lokasi khusus, baik di kediaman mempelai pria maupun wanita. Namun, ada ketentuan khusus terkait tempat pelaksanaannya.

Biasanya, upacara ini tidak diperkenankan dilangsungkan di dalam rumah ibadah seperti masjid, gereja, pura, atau kantor pencatatan sipil. Meski demikian, upacara tetap dapat dilakukan di area luar tempat-tempat tersebut.

Pedang pora biasanya digelar setelah prosesi pernikahan yang dilakukan secara agama maupun adat. Dalam rangkaian acara ini, kedua mempelai juga melaksanakan prosesi janji setia sebagai bagian dari simbol komitmen pernikahan.

Sementara itu, bagi mempelai wanita yang bukan anggota militer, akan diadakan prosesi penyambutan sebagai anggota keluarga besar TNI AL, yaitu Jalasenastri. Prosesi ini biasanya akan dilakukan oleh organisasi istri prajurit TNI AL.

Selain Pedang Pora, ada juga tradisi yang dinamakan Hasta Pora. Meski mungkin tidak sepopuler Pedang Pora yang biasa dilakukan oleh perwira, Hasta Pora memiliki makna dan nilai tersendiri bagi bintara dan tamtama TNI AL.

Menurut situs resmi tni.mil.id, Hasta Pora merupakan tradisi yang diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada bintara atau tamtama yang akan melangsungkan pernikahan. Tradisi ini tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga simbol penerimaan terhadap calon istri sebagai bagian dari keluarga besar TNI AL.

Baca Juga: Tak Hanya Sebagai Pelengkap dalam Pesta Pernikahan, Ternyata Begini Kisah dan Makna dari Kue Pengantin

Halaman Selanjutnya

Source : Sripoku.com,Kompas
Penulis : Faza Anjainah Ghautsy
Editor : Nindya Galuh Aprillia

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik