Grid.ID- Hobi main padel? Anda patut mengetahui berbagai jenis cedera dalam olahraga padel yang paling umum terjadi. Dengan begitu, Anda bisa mencegahnya agar Anda tidak mengalami salah satu di antaranya.
Olahraga padel makin populer di seluruh dunia karena gabungan antara kecepatan, teknik, dan strategi yang seru. Namun, di balik keseruannya, padel menyimpan potensi cedera yang tak bisa diabaikan.
Memahami jenis cedera dalam olahraga padel adalah langkah penting bagi pemain pemula maupun profesional agar tetap sehat dan bugar di lapangan. Apa saja? Dikutip dari Elitepadel.com, Senin (28/7/2025), berikut enam jenis cedera paling umum dalam padel, penyebabnya, serta strategi pencegahan yang dapat dilakukan.
1. Cedera Tendon Tumit
Salah satu jenis cedera dalam olahraga padel yang paling sering terjadi adalah cedera pada tendon tumit, atau dikenal dengan ruptur tendon tumit. Tendon ini berperan penting dalam menopang gerakan cepat dan eksplosif, sehingga rentan cedera akibat tekanan berulang atau gerakan mendadak. Ruptur bisa parsial maupun total dan biasanya memerlukan pemeriksaan medis mendalam seperti USG atau rontgen.
Penyebab utama cedera ini adalah perubahan arah yang tiba-tiba selama bermain padel, serta penurunan elastisitas tendon akibat faktor usia. Umumnya menyerang pria berusia 35 hingga 55 tahun, cedera ini membutuhkan rehabilitasi serius dan kadang tindakan operasi.
Pencegahannya meliputi latihan penguatan otot betis, paha, dan penggunaan sepatu padel dengan bantalan yang baik. Hindari juga penggunaan alas kaki datar seperti sandal jepit yang tidak mendukung struktur telapak kaki.
2. Padel Elbow (Tennis Elbow)
Padel elbow, atau lateral epicondylitis, adalah jenis cedera dalam olahraga padel yang menyerang bagian luar siku. Rasa nyerinya tajam dan bisa menjalar hingga ke lengan bawah atau tangan. Cedera ini sering muncul akibat gerakan berulang, bahkan setelah satu atau dua sesi latihan intensif.
Rasa nyeri biasanya terasa saat menggenggam benda kecil, seperti cangkir kopi, dan bisa terasa mengganggu saat tidur. Untuk mencegahnya, lakukan peregangan otot lengan bawah secara teratur (3–4 kali sehari selama 4–5 menit).
Hindari gerakan pergelangan tangan yang berulang-ulang, dan pertimbangkan penggunaan raket padel yang ergonomis. Taping dengan kinesiology tape atau penggunaan penyangga siku juga sangat membantu mengurangi beban pada otot dan tendon.
Baca Juga: Awas Kena Elbow Epicondylitis Saat Main Padel, Yuk Kenali Penyebabnya!
| Source | : | Elite Padel |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |