Grid.ID - Perang Thailand Kamboja kini tengah terjadi. Bagaimana nasib WNI di daerah perbatasan dua negara tersebut?
Ketegangan antara dua negara ASEAN kini tengah memuncak. Thailand dan Kamboja meletuskan perang dengan bentrokan bersenjata pada Kamis (18/7/2025).
Diketahui saat ini jumlah korban tewas menjadi 14 orang. Sementara puluhan lainnya luka-luka dan ribuan warga sipil harus mengungsi. Lantas apa penyebab ketegangan antara dua negara tersebut?
Penyebab Perang Thailand Kamboja
Penyebab utama konflik bersenjata ini adalah sengketa wilayah perbatasan yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Konflik pecah di sekitar wilayah kuil kuno Prasat Ta Muen Thom yang terletak di Provinsi Surin, Thailand.
Namun situs itu juga diklaim oleh Kamboja sebagai bagian dari warisan budaya mereka. Wilayah tersebut memang kerap menjadi titik panas sengketa dan perebutan di antara dua negara.
Dilansir dari Kompas.com, permasalahan perbatasan diperumit oleh peta buatan kolonial Perancis tahun 1907 yang dijadikan acuan oleh Kamboja. Sementara Thailand menilai peta tersebut tidak akurat.
Situasi pun menegang sejak Mei 2025 saat bentrokan kecil antara pasukan kedua negara menewaskan satu tentara Kamboja. Dalam pertempuran, militer Thailand mengerahkan jet tempur F-16, salah satu pesawat dikonfirmasi telah menembakkan rudal ke wilayah Kamboja dan menghancurkan sasaran militer.
Namun Thailand membantah menjadi pihak pertama yang melakukan serangan. Mereka menyatakan bahwa militer Kamboja yan justru meluncurkan roket ke kawasan sipil di empat provinsi Thailand.
Pengungsian Masal dan Korban Jiwa
Menurut Kementerian Kesehatan Thailand, sebanyak 11 warga sipil dan seorang tentara Thailand tewas akibat serangan roket dan baku tembak. Sementara kabar terbaru, korban tewas kembali bertambah menjadi 14 orang.
| Source | : | tribunnews,Kompas.com |
| Penulis | : | Ines Noviadzani |
| Editor | : | Winda Lola Pramuditta |