Grid.ID - Jelang HUT ke-80 RI, biasanya sudah dilakukan persiapan untuk menyambutnya. Salah satunya yakni persiapan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI yang dilakukan setiap tanggal 17 Agustus.

Namun siapa sangka, sejarah upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ternyata memiliki kisah yang panjang. Dimana pertama digelar bukan di Jakarta yang merupakan ibukota negara.

Sejarah peringatan HUT RI: Upacara 17 Agustus Pertama Ternyata Digelar di Yogyakarta, Bukan Jakarta

Setiap tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia rutin menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Tradisi ini menjadi momen penting untuk mengenang detik-detik Proklamasi Kemerdekaan yang dikumandangkan oleh Soekarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

Biasanya, upacara peringatan HUT RI digelar secara megah di Istana Merdeka, Jakarta. Namun, tak banyak yang tahu bahwa pada tahun pertama kemerdekaan, tepatnya 17 Agustus 1946, upacara peringatan HUT RI justru tidak berlangsung di ibu kota.

Kenapa Upacara HUT RI 1946 Digelar di Yogyakarta?

Pemindahan lokasi upacara ini tak lepas dari kondisi keamanan Jakarta yang memanas pasca-kemerdekaan. Demi alasan strategis dan keselamatan negara, pemerintah Indonesia memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Yogyakarta pada 4 April 1946.

Keputusan ini diambil setelah Presiden Soekarno menerima masukan dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII, dua tokoh penting Yogyakarta yang turut mendukung penuh kemerdekaan Indonesia.

Awal Mula Lahirnya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka

Menjelang peringatan HUT RI pertama, Presiden Soekarno memerintahkan Mayor Laut (Purn.) Husein Mutahar untuk mempersiapkan upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih di Istana Gedung Agung, Yogyakartyang menjadi Istana Kepresidenan saat itu.

Husein Mutahar sempat menggagas pengibaran bendera dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru Nusantara sebagai simbol estafet perjuangan kemerdekaan. Namun karena keterbatasan situasi, hanya lima pemuda (tiga putra dan dua putri) yang akhirnya dipilih mewakili semangat persatuan sekaligus merepresentasikan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga: Jelang HUT ke-80 RI, Inilah Sejarah Bendera Merah Putih sebagai Simbol Kebangsaan Indonesia

Halaman Selanjutnya

Source : Kompas.com,paskibraka.bpip.go.id
Penulis : Siti M
Editor : Siti M

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#Bandung

#ngawi

#Okie Agustina

#Indonesia

#meninggal dunia