Grid.ID - Hari Buruh Internasional atau May Day diketahui baru saja diperingati di Indonesia. Yakni tepatnya setiap tanggal 1 Mei.

Di momen ini buruh di Indonesia pun ikut serta turun dan beraspirasi untuk menutut keadilan. Terkhusus dalam hal ketenagakerjaan.

Jejak May Day Pertama di Indonesia: Ketika Buruh dan Negara Berjalan Bersisian

Dilansir dari Kompas.com dan Tribunnews.com, tepat sembilan bulan setelah Indonesia merdeka, sebuah peristiwa penting terjadi yang kerap luput dari sorotan sejarah populer. Pada 1 Mei 1946, Indonesia untuk pertama kalinya secara resmi memperingati Hari Buruh Internasional.

Di tengah euforia kemerdekaan dan gejolak politik awal republik, momen ini bukan hanya simbol perjuangan kaum pekerja, tetapi juga cerminan kebijakan inklusif pemerintahan saat itu.

Adalah Kabinet Sjahrir II yang membuka ruang bagi perayaan ini. Pemerintahan Sutan Sjahrir dikenal membuka diri terhadap berbagai elemen masyarakat sipil, termasuk serikat buruh. Salah satu tokoh kunci dalam peringatan May Day 1946 adalah Menteri Sosial Maria Ulfah.

Dalam langkah yang terbilang progresif, Maria mengeluarkan maklumat yang mengizinkan para buruh merayakan 1 Mei tanpa potongan gaji, dan memperbolehkan kantor-kantor serta perusahaan mengibarkan bendera merah simbol perjuangan buruh di samping Sang Saka Merah Putih.

Kebijakan ini bukan tanpa latar belakang. Tuntutan agar Hari Buruh diakui sebagai hari raya datang dari Barisan Boeroeh Indonesia (BBI), salah satu organisasi buruh yang paling aktif saat itu.

Tuntutan ini bukan sekadar selebrasi, tapi bagian dari kampanye besar untuk membangun kesadaran kolektif buruh akan peran strategis mereka dalam pembangunan bangsa yang baru lahir.

Peringatan 1 Mei 1946 tidak dilakukan secara sporadis. BBI bahkan telah membentuk panitia khusus jauh hari sebelumnya. Mereka menyiarkan pesan-pesan lewat radio, mengedukasi publik tentang sejarah Hari Buruh, serta pentingnya solidaritas antarpekerja.

Lagu Indonesia Raya dan Internasionale menggema dalam pertemuan-pertemuan yang melibatkan tidak hanya para buruh, tetapi juga keluarga mereka. Bagi mereka, ini bukan sekadar perayaan, ini adalah manifestasi dari hak bersuara dan eksistensi mereka di tanah merdeka.

Baca Juga: PHK Massal Warnai Hari Buruh atau May Day 2025? Massa Desak Hapus Sistem Outsourcing

Halaman Selanjutnya

Source : Tribunnews.com,KOMPAS.com
Penulis : Siti M
Editor : Siti M

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik