Grid.ID - Tradisi lempar bunga dalam sebuah acara pernikahan, menjadi momen yang dinanti oleh banyak wanita lajang. Sebenarnya, dari mana tradisi ini terbentuk?
Acara pernikahan merupakan momen yang terdiri dari berbagai tradisi. Tiap daerah dengan tradisi yang berbeda-beda, pasti akan memiliki penyelenggaraan acara pernikahan yang berbeda pula.
Namun, ada satu hal yang umumnya akan dapat ditemukan pada hampir seluruh acara pernikahan. Hal tersebut adalah momen lempar bunga yang dilakukan oleh pengantin wanita.
Saat menghadiri sebuah acara pernikahan, sobat Grid pasti pernah menyaksikan momen lempar bunga yang dilakukan oleh pengantin. Biasanya, buket bunga dilempar ke arah para wanita lajang yang telah berkumpul di satu area.
Siapapun yang berhasil mendapatkan buket bunga tersebut, dipercaya akan menjadi calon pengantin berikutnya. Saat ini, lempar bunga menjadi momen yang selalu berhasil meramaikan sebuah acara pernikahan.
Lempar bunga biasanya dilakukan saat resepsi pernikahan, dimana terkadang sesi tersebut bisa menjadi sangat kompetitif. Ada banyak video beredar di internet yang memperlihatkan sisi agresif beberapa wanita yang ingin mendapatkan buket bunga.
Sejarah Tradisi Lempar Bunga
Tak ada bukti tertulis yang menyatakan dengan jelas kapan tradisi lempar bunga dimulai. Namun, tradisi ini diperkirakan mulai ramai dilakukan di Inggris mulai tahun 1800an.
Sebelum adanya tradisi lempar bunga, para wanita di tahun tersebut percaya bahwa menyentuh pengantin wanita di hari pernikahannya akan membawa keberuntungan. Para gadis muda yang lajang akan berbondong-bondong menghampiri pengantin untuk memaksa menyentuhnya di tengah acara berlangsung.
Dikutip dari brides.com, beberapa wanita bahkan bisa bertindak berlebihan hingga menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pengantin. Ada yang bahkan bisa mencuri buket bunga tanpa sepengatahuan pengantin.
Baca Juga: 5 Pantangan Calon Pengantin Sebelum Hari Pernikahan, Nomor 2 Sering Jadi Kebiasaan!
| Penulis | : | Marsha Ayu |
| Editor | : | Marsha Ayu |