Grid.ID- Di balik setiap rekening tersembunyi dan transaksi yang disembunyikan dari pasangan, tersimpan ancaman besar yang sering tak disadari yakni selingkuh uang. Tak kalah merusak dibanding perselingkuhan cinta, praktik ini menggerogoti kepercayaan, melahirkan konflik tersembunyi.
Selingkuh uang bisa menjadi bom waktu dalam hubungan. Untungnya, kebiasaan ini bisa dihentikan dengan langkah-langkah yang tepat.
Berikut adalah cara-cara efektif menghentikan selingkuh uang dan membangun kembali transparansi finansial dalam hubungan, sebagaimana dikutip dari Psychology Today, Minggu (29/6/2025). Apa saja?
1. Bahas Masalah, Bukan Menyerang Pasangan
Langkah pertama untuk menghentikan selingkuh uang adalah membicarakan masalah secara terbuka. Bukan hanya satu masalah, tapi semua dinamika yang saling berkelindan. Misalnya, ketika Jack menyembunyikan kartu kredit untuk beli alkohol, masalahnya bukan hanya soal uang tapi juga konflik rumah tangga, perasaan ditekan, dan ketakutan akan pertengkaran.
Untuk itu, buat percakapan menjadi dewasa dan problem-solving. Hindari gaya komunikasi yang menyalahkan atau mengorek masa lalu. Fokus pada perasaan dan kebutuhan kedua belah pihak, bukan sekadar membuktikan siapa yang salah. Selingkuh uang hanya bisa dihentikan jika kedua pasangan mau membuka ruang bicara dengan kepala dingin.
2. Dalami Pola dan Emosi yang Mendasarinya
Masalah finansial jarang berdiri sendiri. Sering kali, selingkuh uang adalah gejala dari emosi yang lebih dalam seperti rasa malu, kemarahan, atau dendam yang belum terselesaikan. Anne, misalnya, berbohong tentang harga pakaian yang ia beli karena merasa tidak dihargai oleh pasangannya.
Daripada hanya fokus pada tindakan "menyembunyikan uang", cobalah telusuri motivasi di baliknya. Mungkin ada pola lama yang berakar dari masa kecil, seperti takut dikritik atau keinginan balas dendam secara pasif. Dengan memahami akar emosional ini, langkah menghentikan selingkuh uang menjadi lebih realistis dan berkelanjutan.
3. Cari Win-win Solution, Bukan Menang-Kalah
Tujuan utamanya bukan sekadar “berhenti bohong” atau “mengaku salah”, melainkan menciptakan kesepakatan bersama yang adil dan realistis. Misalnya, Jack bisa mulai terbuka soal pengeluaran minumnya, sementara istrinya belajar menahan reaksi marah. Anne bisa berhenti belanja kompulsif, dan pasangannya belajar memberikan apresiasi yang lebih nyata.
Baca Juga: Alasan Orang Tertarik Selingkuh Menurut Ilmu Biologi, Ada Kaitannya dengan Sistem Saraf
| Source | : | Psychology Today |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |