Grid.ID- Kasus orang tua selingkuh bukan hanya meninggalkan luka pada pasangan, tetapi juga pada anak-anak yang menjadi saksi diam dari keretakan rumah tangga. Saat salah satu orangtua mengkhianati kepercayaan, dampaknya bisa membekas hingga anak tumbuh dewasa. Anak-anak ini mungkin tumbuh tanpa sadar membawa luka batin yang memengaruhi cara mereka mencintai dan membangun relasi.
Dikutip dari Your Tango, Jumat (27/6/2025), salah satu dampak paling umum dari kasus orang tua selingkuh adalah kesulitan dalam menerima cinta. Bagi sebagian anak, mencintai dan dicintai bukan sesuatu yang mudah.
Mereka bisa saja tampak tegar, namun jauh di dalam hatinya, mereka terus berjuang untuk percaya bahwa mereka layak dicintai. Melihat orang tua selingkuh, mereka menjadi berpikir bahwa cinta bisa dikhianati. Hal itulah yang kemudian membuat mereka cenderung berhati-hati, bahkan sinis, terhadap perasaan yang datang.
Masalah kepercayaan juga menjadi luka besar yang dibawa anak korban orangtua selingkuh. Mereka menyaksikan sendiri hancurnya pondasi kepercayaan dalam keluarga.
Ketika dewasa, mereka sulit mempercayai pasangan sepenuhnya. Kepercayaan harus dibangun dengan usaha, dan bagi mereka, setiap janji butuh pembuktian yang nyata, bukan hanya kata-kata.
Anak yang dibesarkan dalam keluarga dengan riwayat perselingkuhan juga sering kesulitan membuka diri sepenuhnya. Walaupun mereka telah menemukan seseorang yang mereka percaya, tetap ada bagian dalam hati mereka yang tidak bisa sepenuhnya percaya.
Mereka mungkin akan memeriksa ponsel pasangan, merasa cemas saat pesan tidak dibalas cepat, atau curiga tanpa alasan yang kuat. Itu bukan salah pasangan, tapi refleksi dari luka masa lalu yang belum sembuh.
Mereka pun membangun dinding emosional yang sangat tinggi. Membuka hati dan membiarkan seseorang masuk ke dalam kehidupan pribadi menjadi tantangan tersendiri.
Rasa takut dikhianati kembali membuat mereka waspada, bahkan pada orang yang mencintai mereka sepenuh hati. Dinding ini dibangun untuk melindungi diri, namun kadang justru menghalangi hubungan yang sehat.
Anak dari korban orang tua selingkuh juga cenderung kesulitan mengekspresikan kebutuhan emosionalnya. Mereka mungkin berkata tidak membutuhkan sesuatu, tapi jauh di dalam, mereka justru sangat menginginkannya.
Dalam hubungan, mereka perlu diyakinkan secara terus-menerus bahwa cinta yang mereka terima bukanlah kebohongan. Ungkapan “aku mencintaimu” tidak cukup, harus disertai tindakan nyata yang konsisten.
Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Anak Perempuan yang Trauma Akibat Ayah Selingkuh
| Source | : | Your Tango |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Nesiana |