Grid.ID- Perselingkuhan dalam rumah tangga bukan hanya mengoyak kepercayaan pasangan, tetapi juga bisa berdampak besar pada anak. Lantas, haruskah anak tahu ketika orangtua selingkuh? Pertanyaan ini kerap muncul saat krisis melanda keluarga.

Ketika menghadapi kenyataan pahit bahwa salah satu orangtua selingkuh, pertanyaan utama yang sering muncul adalah apakah anak harus tahu? Banyak pasangan yang langsung menolak.

Mereka merasa, anak tidak perlu tahu ketika orangtua selingkuh. Namun, di sisi lain, ada pula pasangan, terutama yang menjadi korban perselingkuhan, yang ingin mengungkap semuanya kepada anak sebagai bentuk kejujuran.

Dua reaksi ini sama-sama ekstrem dan berisiko menimbulkan dampak psikologis bagi anak. Karena itu, penting untuk memahami bahwa yang dibutuhkan anak bukan detail, tapi klarifikasi yang sehat.

Anak-anak sangat peka terhadap suasana hati dan ketegangan di rumah. Mereka bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Karena dunia mereka sangat terpusat pada diri sendiri, mereka cenderung menyalahkan diri sendiri atas konflik orang dewasa. Anak bisa berpikir bahwa pertengkaran antara ayah dan ibu terjadi karena mereka bandel.

Bisa juga muncul pikiran bahwa jika mereka menjadi anak yang lebih baik, mungkin semuanya akan kembali normal. Pikiran-pikiran seperti itu tidak hanya salah, tapi juga berbahaya bagi harga diri anak. Jika tidak dikoreksi sejak dini, anak akan tumbuh dengan perasaan bersalah yang tidak beralasan.

Maka, sebagaimana dikutip dari Psychology Today, ketika orangtua selingkuh, anak perlu mendapatkan penjelasan. Bukan tentang detail seksual atau teknis hubungan, melainkan tentang situasi emosional yang sedang terjadi di rumah.

Menurut terapis Robert Weiss Ph.D., LCSW, CSAT, anak perlu tahu bahwa benar, ada masalah antara ayah dan ibu. Namun mereka harus diyakinkan bahwa masalah itu bukan karena mereka, tidak bisa mereka perbaiki, dan bukan tanggung jawab mereka untuk mengendalikan situasinya. Penegasan ini penting agar anak tidak merasa rusak, tidak dicintai, atau tidak berharga.

Penjelasan kepada anak sebaiknya disepakati lebih dulu oleh kedua orangtua. Apa yang akan disampaikan, dan bagaimana menyampaikannya, perlu dirancang dengan matang.

Jika sulit menemukan kesepakatan, bantuan dari terapis keluarga sangat dianjurkan. Idealnya, percakapan dilakukan bersama, dalam suasana yang tenang dan penuh empati. Anak perlu melihat bahwa meskipun orangtuanya sedang bermasalah, mereka masih bisa bekerja sama demi kebaikan anak.

Baca Juga: Kenapa Pelaku Selingkuh Kerap Tak Menyesali Perbuatannya? Ini Kata Studi

Halaman Selanjutnya
Logo Parapuan
Butuh lebih banyak inspirasi dan berita khusus untuk Puan?
Klik di Sini

Source : Psychology Today
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Nesiana

Tag Popular

#berita artis hari ini

#Nathalie Holscher

#imlek

#ngawi

#tahun baru china

#bintang

#meninggal dunia

#Bandung

#Indonesia

#Aurel Hermansyah