Grid.ID - Musisi senior Fariz RM curhat di pengadilan saat memberikan kesaksian dalam sidang kasus penyalahgunaan narkoba yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2025). Fariz RM kecanduan narkoba sejak muda.
Pria 66 tahun ini mengaku telah kecanduan narkoba sejak usia muda. Menurutnya, barang terlarang itu telah menjadi kelemahannya sejak usia muda.
“Begini harus saya bicara jujur bahwa isu saya pengguna narkotika memang sudah menjadi kelemahan saya sejak saya muda,” ujar Fariz di depan majelis hakim.
Meski sudah lama bergelut dengan ketergantungan, Fariz menegaskan bahwa dirinya tidak tinggal diam. Ia mengaku telah berulang kali berusaha lepas dari jeratan narkoba.
Salah satu momen penting dalam perjuangannya terjadi pada 2018, ketika dirinya ditangkap untuk ketiga kalinya dalam kasus serupa dan mengikuti program rehabilitasi.
“Tapi bukan saya tidak berusaha untuk sembuh, bukan tidak berusaha untuk meninggalkan kebiasaan tersebut. Hal itu sudah saya lakukan berkali-kali. Namun sekali lagi itu kelemahan saya,” kata Fariz.
Pada tahun tersebut, Fariz diarahkan oleh Polres Jakarta Utara untuk menjalani rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido selama tiga bulan. Setelah itu, ia melanjutkan program pemulihan lanjutan selama tiga tahun di RSKO Cibubur.
“Terus terang saya akui itu program yang luar biasa,” lanjut Fariz RM.
Setelah menjalani rehabilitasi, Fariz sempat berhasil berhenti menggunakan narkoba. Namun, tekanan pribadi dan kurangnya alternatif untuk meredakan stres yang membuatnya kembali tergelincir.
“Sesekali saya tergelincir karena saya tidak konsumsi alkohol. Saya tidak punya relaksasi yang lain. Dan terus terang aja, sejak muda saya suka narkoba,” ungkapnya.
Kendati demikian, Fariz menegaskan bahwa narkoba tidak pernah ia gunakan dalam konteks pekerjaan. Menurutnya, mencoba bekerja di bawah pengaruh narkoba justru membuat hasilnya buruk.
Baca Juga: Kuasa Hukum Jawab Tudingan Fariz RM Pengedar Narkoba, Pertanyakan Dakwaan Seumur Hidup
| Penulis | : | Ragillita Desyaningrum |
| Editor | : | Okki Margaretha |