Find Us On Social Media :

Kenapa Pelaku Selingkuh Kerap Tak Menyesali Perbuatannya? Ini Kata Studi

By Mia Della Vita, Senin, 23 Juni 2025 | 19:00 WIB

Mengapa Pelaku Selingkuh Sering Tak Menyesal? Ini Penjelasan Psikologisnya

Grid.ID- Meski perselingkuhan sering dianggap sebagai pelanggaran moral dan penyebab perceraian, kenyataannya banyak pelaku selingkuh yang justru tidak menunjukkan rasa penyesalan. Mengapa bisa demikian? Studi ini mengungkap jawabannya.

Dalam hubungan monogami, tindakan perselingkuhan biasanya dianggap sebagai bentuk pengkhianatan yang fatal. Ia menjadi alasan perceraian, sumber kekerasan dalam hubungan, dan menimbulkan luka emosional yang dalam.

Namun, fakta mengejutkan muncul dari studi sosial yang mengungkap bahwa banyak pelaku selingkuh tidak merasa bersalah, tidak menyesal, dan bahkan tetap merasa bahagia bersama pasangan resminya. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar. Mengapa pelaku selingkuh bisa begitu tenang tanpa rasa penyesalan?

Mengutip Psychology Today, Senin (23/6/2025), penelitian yang dilakukan oleh psikolog sosial Dylan Selterman dari Johns Hopkins University dan rekan-rekannya mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Mereka mempelajari perilaku para pengguna situs Ashley Madison, sebuah platform daring yang secara terbuka memfasilitasi hubungan di luar pernikahan.

Penelitian ini melibatkan ribuan partisipan, mayoritas pria heteroseksual paruh baya yang masih dalam hubungan pernikahan atau domestik. Mereka diminta mengisi survei terkait motivasi, kepuasan seksual dan emosional, serta penyesalan setelah berselingkuh.

Hasilnya mengejutkan. Para pelaku selingkuh dalam studi ini rata-rata tetap mencintai pasangannya. Mereka bahkan tidak merasa hubungannya buruk.

Namun, banyak dari mereka mengaku tidak lagi aktif secara seksual dengan pasangan sah. Faktor inilah yang memicu keinginan untuk mencari hubungan seksual di luar. Dalam hal ini, motif utama pelaku selingkuh adalah ketidakpuasan seksual, bukan karena benci pasangan atau merasa diabaikan.

Sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka puas secara emosional dan seksual dengan selingkuhannya. Mereka juga tidak merasa menyesal telah melakukannya. Bahkan, banyak yang menyatakan bahwa hubungan utama mereka tidak memburuk setelah berselingkuh.

Penelitian ini mencatat bahwa kualitas hubungan seperti tingkat keintiman, konflik, atau kepuasan emosional, tidak memiliki kaitan signifikan dengan kecenderungan untuk berselingkuh maupun dengan rasa penyesalan setelahnya. Dengan kata lain, pelaku selingkuh tidak selalu berasal dari hubungan yang buruk.

Mereka tidak mengalami penurunan kesejahteraan hidup, harga diri, atau bahkan rasa cinta terhadap pasangan. Justru, yang terjadi adalah kontradiksi psikologis. Mereka bisa merasa bahagia dalam dua hubungan sekaligus, meski secara moral, tindakan itu dianggap keliru.

Para peneliti menyimpulkan bahwa perilaku pelaku selingkuh lebih kompleks dari sekadar akibat hubungan rusak. Banyak dari mereka yang melihat monogami sebagai bentuk ideal, tetapi sulit mempertahankannya.

Baca Juga: Takut Pasangan Selingkuh? Ini Cara Ampuh Mengatasinya Menurut Psikolog