Laporan wartawan Grid.ID, Ulfa Lutfia
Grid.ID - Minum teh setelah makan mungkin merupakan rutinitas yang biasa dilakukan. Sayangnya, tidak banyak yang tahu kalau minum teh setelah makan punya potensi bahaya bagi kesehatan.
Pasalnya minum teh setelah makan memiliki dampak kurang baik bagi tubuh. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk mengonsumsi teh sehabis makan.
Lalu, apa saja bahaya minum teh setelah makan yang tak boleh diabaikan? Simak penjelasannya berikut ini, yuk!
1. Penyerapan Zat Besi Terganggu
Salah satu alasan utama mengapa minum teh setelah makan tidak disarankan adalah karena teh mengandung senyawa yang dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Tanin, yang terdapat dalam teh, dapat mengikat zat besi dari makanan dan mengurangi kemampuannya untuk diserap oleh tubuh.
Zat besi adalah mineral yang sangat penting untuk kesehatan tubuh, terutama untuk pembentukan sel darah merah. Risiko kekurangan zat besi bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti anemia.
2. Menyebabkan Gangguan Pencernaan
Teh, terutama teh hitam, mengandung kafein dan tanin yang dapat merangsang produksi asam lambung. Keasaman pada teh bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan pencernaan seperti asam lambung naik (GERD), kembung, atau mual.
Selain itu, kafein dalam teh juga dapat memperlambat proses pencernaan dan menyebabkan perasaan tidak nyaman di perut. Ini alasan mengapa tidak boleh minum teh setelah makan.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Terapi Psikologi Terasa Tak Memberikan Hasil, Apa Penyebabnya?
3. Menyebabkan Dehidrasi
Meskipun teh mengandung banyak air, kandungan kafein dalam teh bersifat diuretik, yang artinya dapat meningkatkan produksi urin dan menyebabkan dehidrasi. Minum teh segera setelah makan dapat menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan.
Alhasil kamu perlu lebih banyak minum air untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Dehidrasi bisa mengganggu berbagai fungsi tubuh, termasuk pencernaan.
4. Mengganggu Kualitas Tidur
Teh mengandung kafein, yang bisa mengganggu pola tidur jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, terutama jika minum teh setelah makan malam. Kafein adalah stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kualitas tidur.
Jika minum teh setelah makan malam, ada kemungkinan bahwa kafein akan mengganggu proses tidur. Tubuh menjadi terjaga lebih lama, atau mengalami tidur yang tidak nyenyak.
5. Meningkatkan Risiko Gigi Berwarna Kuning
Kandungan tanin dalam teh juga dapat menyebabkan pewarnaan pada gigi. Ketika teh diminum segera setelah makan, sisa-sisa makanan yang ada di gigi dapat berinteraksi dengan tanin yang memperburuk efek pewarnaan pada gigi.
Secara jangka panjang, kebiasaan ini dapat menyebabkan gigi menjadi lebih mudah berwarna kuning atau belang. Jadi jangan biasakan minum teh setelah makan, ya!
6. Menyebabkan Kembung dan Gas
Bagi sebagian orang, minum teh setelah makan dapat memicu perasaan kembung atau gas. Ini karena teh dapat memperlambat proses pencernaan dan meningkatkan produksi gas dalam perut.
Hal ini dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman, apalagi kalau kamu makan makanan yang kaya akan serat atau sulit dicerna. Minum teh setelah makan juga bisa memicu sembelit atau sulit buang air besar untuk sebagian orang. Kondisi ini terjadi karena mekanisme kerja tanin yang menggumpalkan protein di sekitarnya.
Itu dia beberapa bahaya minum teh setelah makan yang jarang disadari. Meskipun nikmat, sebaiknya hindari kebiasaan satu ini!
Baca Juga: Rutin Minum Air Kelapa Saat Perut Kosong, Jangan Kaget Jika Tubuh Rasakan 5 Perubahan Ini
(*)
| Source | : | Kompas |
| Penulis | : | Ulfa Lutfia Hidayati |
| Editor | : | Winda Lola Pramuditta |