Grid.ID - Banyak orang masih menganggap bahwa terapi merupakan jalan pasti dan satu-satunya untuk menyelesaikan masalah kesehatan mental. Tak jarang pemikiran tersebut menimbulkan rasa frustasi, ketika terapi dirasa tidak langsung menyelesaikan masalah kesehatan mental yang dimiliki.
Kurangnya hasil yang dirasakan oleh individu, dapat berdampak pada berkurangnya rasa percaya terhadap terapi. Padahal faktanya, masing-masing individu membutuhkan pendekatan yang berbeda-beda untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang dimiliki. Terapi yang bekerja pada satu individu, mungkin saja tidak bekerja sama baiknya pada individu lain.
Jika sobat Grid merasa bahwa terapi psikologi yang saat ini dilakukan tidak memberikan hasil apapun, mungkin ada hal-hal keliru yang terjadi selama proses dilakukan. Dikutip dari self.com, setidaknya terdapat lima hal yang bisa menjadi alasan mengapa terapi kurang bisa memberikan hasil.
Dengan mengetahui alasan-alasan tersebut, sobat Grid juga bisa memaksimalkan pengalaman terapi agar menjadi lebih baik, loh! Apa saja hal yang mungkin menjadi penyebabnya?
1. Kamu belum menemukan jenis terapi yang sesuai
Seperti yang sudah sempat disinggung di awal, tiap individu membutuhkan pendekatan berbeda-beda yang harus disesuaikan dengan kebutuhan. Tak selamanya terapi psikologi dilakukan seperti adegan-adegan dalam film layar lebar. Berikut beberapa contoh terapi yang umum dilakukan:
Kamu mungkin sesuai dengan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) atau Dialectical Behavioral Therapy (DBT) yang berfokus mempelajari cara berpikir dan berperilaku individu. Jika berbicara saja seakan tak cukup, ada pula pendekatan Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR) untuk mengingat kembali kenangan traumatis yang pernah dilalui dan mengurangi dampaknya pada individu.
2. Kamu tidak bertemu dengan terapis yang tepat
Menemukan terapis yang tepat dan sesuai bukan lah hal yang mudah untuk dilakukan. Satu terapis yang kurang sesuai untuk kamu, bukan berarti bahwa terapis lainnya juga akan memberikan hasil yang sama.
Saat mencari terapis yang tepat, pastikan kamu dapat merasa nyaman dan aman untuk membuka diri tanpa takut dihakimi. Lebih dalam lagi, kamu bisa perhatikan gaya komunikasi, perbedaan kepribadian, atau vibes yang dimiliki oleh terapis. Pastikan juga terapis yang kamu temui sudah berlisensi dan memang tepat untuk membantu kamu tumbuh menjadi lebih baik.
Baca Juga: 13 Rekomendasi Makanan Penangkal Gejala Depresi, Bagus Buat Kesehatan Otak
3. Kamu menahan diri saat terapi
| Source | : | self.com |
| Penulis | : | Marsha Ayu |
| Editor | : | Marsha Ayu |