Grid.ID - Kasus dugaan pelecehan yang melibatkan 16 mahasiswa FH UI masih jadi sorotan. Kini profesi orang tua para terduga pelaku ikut dibongkar hingga disebut punya jabatan mentereng.
Skandal dugaan pelecehan seksual yang dialami 27 orang korban oleh 16 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI) masih jadi perbincangan panas di media sosial. Kasus ini terbongkar setelah salah satu pelaku yang tergabung dalam grup chat pelecehan membocorkan informasi ke pihak korban.
Akibat peristiwa ini para korban pun merasa dirugikan dan meminta pihak kampus untuk memberikan sanksi berat kepada pelaku. Bukan cuma itu, mahasiswa lainnya pun memutuskan menggelar sidang terbuka di Kompleks FH UI pada Selasa (14/4/2026).
Sidang tersebut sempat diwarnai ketegangan lantaran hanya dua pelaku yang dihadirkan ke hadapan korban dan mahasiswa, sementara 14 pelaku lain disembunyikan di lantai atas. Sejumlah mahasiswa lalu mendatangi ruangan berisi 14 pelaku dan meminta mereka untuk dihadirkan pula di sidang terbuka.
"Itu dua pelaku di audit udah di sini, kita jemput aja ke audit sekarang. Kita gak anarkis, kita gak sentuh mereka sama sekali yah," kata seorang mahasiswi dikutip dari Tribunnews, Kamis (16/4/2026).
Di tengah hebohnya kasus ini, tersebar pula isi chat yang membocorkan bahwa 14 mahasiswa yang tadinya disembunyikan itu dilindungi orang tuanya. Chat tersebut tersebar luar di berbagai media sosial.
Bahkan, disebut-sebut pula salah satu orang tua pelaku akan memanggil mobil barracuda apabila kondisi sidang menjadi anarkis dan mengancam nyawa putranya.
"Anjay orang tuanya lagi nahan biar anaknya gak ke audit," tulis seorang netizen di laman media sosial X.
"Ortunya lagi manggil mobil barracuda," timpal lainnya.
"Kata ortunya ini udah anarkis, anak saya udah bukan pelaku tapi korban," tulis netizen berikutnya.
Ucapan-ucapan netizen tersebut pun seolah dibenarkan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UI Anandaku Dimas Rumi Chattaristo. Ia mengungkapkan 14 pelaku memang sempat tak dimunculkan dalam sidang terbuka karena permintaan orang tua.
| Source | : | tribunnews,Tribun Bogor,Antaranews |
| Penulis | : | Nindya Galuh Aprillia |
| Editor | : | Nindya Galuh Aprillia |