Grid.ID - Kisah pedagang kopi yang gubuk jualannya terancam dibongkar karena dianggap bangunan liar menarik perhatian Gubernur Jawa Barat. Ya, Dedi Mulyadi berikan solusi atas permasalahan tersebut.
Sosok pedagang kopi yang gubuk jualannya terancam dibongkar itu diketahui benema Ceu Nining yang merupakan wanita asal Garut yang tinggal di gubuk liar di sekitar Lapang Merpati, Kota Bandung. Mengetahui hal tersebut, Dedi Mulyadi berikan solusi.
Yakni dengan datang langsung menemui Ceu Nining di gubuk luarnya yang bakal digusur pemerintah Kota Bandung. Saat itu, tak dipungkiri Ceu Nining merasa ketakutan jika gubuknya betulan dibongkar.
Pasalnya, dari sana lah Ceu Nining memperoleh penghasilan hingga bisa membiayai anaknya berkuliah.
"Kalau ini dibongkar, saya kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan. Anak saya bisa putus kuliah," ujar Ceu Nining dikutip Grid.ID dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Sabtu (18/4/2026).
Hal itu juga semakin dipersulit karena suami dari Ceu Nining tidak memiliki pekerjaan tetap. Pasalnya sang suami yang dulunya berprofesi sebagai sopir truk diberhentikan akibat kecelakaan di Tol Purbaleunyi.
Meski begitu, putra bungsu Ceu Nining untungnya masih bisa berkuliah melalui jalur beasiswa di Universitas Airlangga (Unair).
Tetapi beasiswa yang didapat sang putra hanya untuk pendidikan saja. Dan biaya hidup sang putra di Surabaya tetap harus diberi oleh Ceu Nining.
Hingga akhirnya, setiap berjualan kopi, Ceu Nining menyisihkan untuk uang kos sebesar Rp 800 ribu dan uang makan Rp 500 ribu setiap bulannya untuk sang putra.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung memberikan bantuan dengan berkomitmen untuk membayar biaya kos putra Ceu Nining di Surabaya secara langsung kepada pemilik kos selama setahun (sekitar Rp 9,6 juta), bahkan menjanjikan bantuan hingga lulus kuliah.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga memberikan uang saku sebesar Rp 500 ribu per bulan selama satu tahun ke depan.