Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soroti kasus dugaan pelecehan seksual yang belakangan ini sering terjadi di kampus-kampus di Tanah Air. Tak hanya itu, Dedi juga memberi solusi terkait masalah itu.
Seperti diketahui, belakangan ini banyak kasus dugaan pelecehan seksual di kampus-kampus ternama Tanah Air. Terakhir, kasus pelecehan terjadi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Di mana kasus itu melibatkan 16 mahasiswa FH UI. Tak berhenti sampai di situ, kasus serupa juga mencuat di Universitas Padjadjaran (Unpad) yang diduga melibatkan seorang oknum dosen.
Rentetan kasus dugaan pelecehan ini sontak menjadi sorotan publik. Pasalnya, lingkungan kampus semestinya menjadi tempat yang aman dan sehat untuk belajar, namun kini justru terjadi banyak kasus dugaan pelecehan seksual.
Terkait hal itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ikut bersuara. Ya, baru-baru ini, Dedi Mulyadi soroti kasus dugaan pelecehan di kampus yang kian marak.
Menurut Dedi, masalah ini harus jadi perhatian serius terutama bagi pihak kampus. Sebagai solusi, Dedi Mulyadi minta seleksi dosen dan mahasiswa diperketat.
"Komentarnya adalah harus semakin selektif dalam mengangkat guru besar, dosen dan termasuk rekrutmen mahasiswa," ujar Dedi saat ditemui di Hotel Papandayan, Kota Bandung dilansir dari Kompas.com pada Minggu (19/4/2026).
Dedi mengatakan kampus seharusnya jadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang.
Oleh karena itu, orang nomor satu di Jabar itu berharap kampus dapat memperkuat sistem untuk mencegah sekaligus menangani kasus serupa.
Selain itu, kampus juga harus memberikan perlindungan yang optimal pada korban pelecehan.
| Source | : | Kompas.com,Grid.ID |
| Penulis | : | Widy Hastuti Chasanah |
| Editor | : | Widy Hastuti Chasanah |