Grid.ID - Dedi Mulyadi akan rombak gedung sate. Gubernur Jabar targetkan revitalisasi dengan anggaran Rp 15 miliar.
Proyek revitalisasi plaza depan Gedung Sate dimulai. Proyek revitalisasi ini merupakan bagian dari visi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi agar halaman depan Gedung Sate bisa jadi lokasi upacara kenegaraan di masa depan.
Rencana Dedi Mulyadi akan rombak gedung sate jadi sorotan. Gubernur Jabar targetkan revitalisasi dengan anggaran Rp 15 miliar.
Proyek yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini menghabiskan anggaran hingga Rp 15 miliar. Melalui proyek tersebut, kawasan Gedung Sate nantinya akan diintegrasikan dengan Lapangan Gasibu dan difungsikan sebagai ruang publik yang sekaligus memperkuat simbol pusat pemerintahan.
Sejumlah penataan telah mulai dilakukan sejak awal April 2026. Salah satu perubahan yang terlihat adalah pembongkaran area taman hijau yang selama ini menjadi ciri khas Gedung Sate.
Taman tersebut dibersihkan untuk membuka area lapang. Selain itu, ubin serta batu alam di bagian plaza turut dibongkar, sementara tanaman dicabut guna dilakukan penataan ulang.
Konsep Revitalisasi
Program revitalisasi di bagian depan Gedung Sate dijadwalkan berlangsung mulai 8 April hingga 6 Agustus 2026.
Dalam proyek ini, sejumlah aspek menjadi fokus, seperti penggabungan Plaza Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu, penataan koridor Jalan Diponegoro, hingga pembangunan ruang terbuka publik yang mengusung budaya Jawa Barat.
Total area yang terdampak revitalisasi mencapai 14.642 meter persegi.
Menghidupkan Kembali Poros Gedung Sate–Jalan Diponegoro
Kawasan yang meliputi plaza depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, hingga Lapangan Gasibu dirancang terhubung satu sama lain. Upaya ini bertujuan mempertegas peran Gedung Sate sebagai simbol utama pusat pemerintahan di Jawa Barat.
| Source | : | Kompas.com,TribunJabar.id |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |