Grid.ID - Terungkap penyebab RA Kartini meninggal di usia 25 tahun. Ternyata sang pahlawan nasional itu wafat saat melahirkan anak pertamanya.
Raden Ajeng Kartini merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia yang dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan. Lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Kartini tumbuh dalam lingkungan bangsawan Jawa yang masih kental dengan tradisi patriarki.
Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, ia memiliki semangat belajar yang tinggi dan pemikiran yang maju untuk zamannya. Salah satu jasa terbesar Kartini adalah memperjuangkan hak perempuan untuk memperoleh pendidikan.
Oleh karena itu, tak heran jika hari kelahirannya selalu diperingati dan dirayakan sebagai Hari Kartini. Bicara soal Hari Kartini, ternyata ada kisah pilu di balik wafatnya sang Pahlawan Nasional tersebut.
Tak banyak yang tahu, Kartini wafat dalam usia yang masih sangat muda, yakni 25 tahun. Ia meninggal pada 17 September 1904 di Rembang.
Melansir Tribun-Timur.com, penyebab RA Kartini meninggal di usia 25 tahun adalah karena preeklampsia, sebuah komplikasi serius dalam kehamilan. Dugaan itu muncul karena RA Kartini wafat setelah melahirkan anak laki-laki pertamanya.
RA Kartini tutup usia setelah 4 hari melahirkan sang buah hati. Saat itu disebutkan jika RA Kartini sempat mengeluh sakit perut.
Namun ketika didatangi dokter Belanda, perutnya malah meregang kejang hingga akhirnya menjemput ajal di usia masih sangat muda, yakni 25 tahun. Kartini wafat di pangkuan suami dan dokter yang mendatanginya.
Sejarah mencatat Raden Ajeng Kartini meninggal karena preeklampsia. Sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ.
Kartini meninggal usai melahirkan anak pertamanya yang bernama Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat. Menurut data, Kartini meninggal pada 17 September 1904, empat hari setelah kelahiran anak pertamanya pada 13 September 1904.
| Source | : | Kompas.com,Tribun-Timur.com |
| Penulis | : | Widy Hastuti Chasanah |
| Editor | : | Widy Hastuti Chasanah |