Grid.ID - Dedi Mulyadi beri kritikan untuk Dinas Pariwisata Subang. Hal itu imbas kurangnya respon saat kelola Lembur Pakuan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan. Kali ini menyentil Dinas Pariwisata Kabupaten Subang.
Terbaru, kritikan Dedi Mulyadi untuk Dinas Pariwisata Subang jadi sorotan. Hal itu imbas kurangnya respon saat kelola Lembur Pakuan.
Momen ketika Dedi Mulyadi menyampaikan sindiran kepada Dinas Pariwisata Subang terjadi saat dirinya berpidato dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Subang pada Senin (6/4/2026). Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi awalnya menyinggung soal identitas budaya serta pentingnya menjaga kebersihan.
Ia menegaskan bahwa budaya Sunda yang kerap dipandang bernuansa mistis, seharusnya justru dijadikan sebagai dasar identitas dan jati diri dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Selain itu, Dedi juga menyoroti bagaimana pemikiran dan nilai-nilai Sunda dapat menjadi pijakan dalam kehidupan, sebagaimana negara-negara maju seperti Jepang, Korea, dan Amerika yang tetap berpegang pada warisan leluhur mereka.
Ia pun memberi contoh bahwa nilai budaya Sunda tercermin dalam filosofi kebersihan yang diyakini mampu membawa keberkahan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang diiringi dengan upaya menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi salah satu cara untuk mendatangkan rezeki.
“Karena saya memahami rezeki selalu turun pada jalan yang lebar dan rezeki selalu turun pada pintu-pintu terbuka dan tempat-tempat yang bersih,” ujarnya.
Ia kemudian meminta para pemimpin agar sigap bertindak dan memiliki inisiatif dalam merapikan berbagai persoalan, dibandingkan terlalu lama terjebak dalam diskusi.
Ia juga menyoroti bahwa Kabupaten Subang memiliki potensi berkembang melalui dua sektor utama, yakni sebagai daerah pertanian dan kawasan industri. Namun, capaian tersebut tidak lepas dari peran pemimpin yang mampu bergerak cepat serta memiliki inisiatif.
Singgung Dinas Pariwisata Kabupaten Subang
Terkait sektor pariwisata, ia menilai bahwa pariwisata merupakan dampak dari pertumbuhan ekonomi, bukan menjadi tujuan utama pembangunan.
| Source | : | Youtube |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |