Grid.ID - Beberapa waktu lalu sebelum menjelang mudik dan lebaran, Dedi Mulyadi janjikan kompensasi bagi para penyapu uang koin di Jalur Pantura.
Usut punya usut, hal itu dilakukan Dedi Mulyadi karena melihat adanya potensi bahaya. Baik bagi penyapu uang koin maupun dari pengguna jalan yang mudik.
Alhasil, Dedi Mulyadi langsung mengumpulkan para penyapu koin di Kantor Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya.
Pada momen itu, Dedi Mulyadi minta warga penyapu koin untuk menghentikan aktivitas. Dan sebagai bentuk solusinya, Dedi menawarkan kompensasi.
Yakni akan memberikan uang sebesar Rp 50 ribu per hari atau total Rp 600 ribu selama 12 hari. Namun dengan syarat warga terdata dan menyertakan identitas kependudukan.
"Saya minta mulai hari ini sampai tanggal 28, tidak ada lagi yang menyapu koin di sini. Nanti didata oleh kepala desa, sore ini saya berikan uangnya," beber Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Kompas.com.
Dedi juga menyoroti bahaya karena melibatkan anak-anak yang ikut turun ke jalan raya. Itulah sebabnya Dedi Mulyadi janjikan kompensasi bagi para penyapu uang koin
"Bahaya, apalagi anak kecil dibawa ke jalan. Lebih baik di rumah saja," imbuh Dedi Mulyadi.
Namun siapa sangka, meski sudah diingatkan, petugas gabungan dari TNI, Polri, hingga Satpol PP masih menemukan para penyapu koin yang beraktivitas di Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.
Melihat hal tersebut, petugas meminta para penyapu uang koin agar tidak beraktivitas, karena berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan.
Selain itu, aktivitas tersebut juga membahayakan keselamatan para penyapu koin, karena kondisi jalur Pantura tengah dipenuhi pemudik yang hendak kembali ke perantauan usai berlebaran di kampung halaman.
Baca Juga: Viral Konten Kreator Cosplay jadi Dedi Mulyadi, Sang Gubernur Langsung Beri Tanggapan Ini
| Source | : | TribunJabar.id,KOMPAS.com |
| Penulis | : | Siti M |
| Editor | : | Siti M |