Grid.ID – Momen arus balik Lebaran 2026 masih menjadi tantangan besar bagi para pemudik, terutama mereka yang menggunakan mobil transmisi otomatis atau matik. Padatnya kendaraan yang merayap di jalan tol maupun jalur arteri seringkali membuat indikator bensin turun lebih cepat dari biasanya.
Kondisi "stop and go" yang berkepanjangan menjadi musuh utama efisiensi bahan bakar. Pasalnya, mesin tetap bekerja ekstra sementara jarak yang ditempuh terbatas.
Berdasarkan data terbaru dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), kepadatan di jalur balik menuju ibu kota diprediksi masih akan berlangsung. Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, mengungkapkan bahwa volume kendaraan masih cukup tinggi.
“Kalau kami lihat dari proyeksinya, masih 42 persen yang belum masuk ke Jakarta. Ini masih kami kelola. Tentunya Mabes Polri, Operasi Ketupat sudah selesai, tetapi kegiatan rutin kepolisian ditingkatkan,” kata Agus di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).
Lantas, bagaimana cara agar mobil matik tidak haus bensin saat menghadapi kemacetan panjang?
Kesalahan Fatal: Membiarkan Tuas di Posisi Drive (D)
Banyak pengemudi mobil matik yang enggan memindahkan tuas transmisi dari posisi D ke N (Neutral) saat berhenti lama di tengah kemacetan. Padahal, kebiasaan ini membuat konsumsi BBM melonjak drastis.
Hardi Wibowo, pemilik bengkel mobil Aha Motor Yogyakarta, menjelaskan bahwa beban mesin akan terus bertambah jika transmisi tetap dipaksa bekerja saat mobil diam.
“Seperti ketika mobil terjebak macet, konsumsi BBM akan terasa lebih boros karena jarak yang ditempuh pendek, sementara mesin selalu hidup, BBM terus berkurang,” ucap Hardi.
Ia juga menekankan pentingnya manajemen transmisi yang cerdas selama perjalanan.
“Karena ada beban tambahan, konsumsi BBM bisa lebih boros. Pengemudi perlu membiasakan saat berhenti memindahkan tuas transmisi ke posisi netral,” ucap Hardi.
Baca Juga: Tarif Tol Semarang-Jakarta Diskon Gede-gedean untuk Arus Balik, Berlaku Mulai Hari Ini
| Penulis | : | Devi Agustiana |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |