Grid.ID – Membeli baju baru seolah sudah menjadi tradisi yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia menjelang hari raya. Namun, tahukah kamu bahwa mengenakan baju baru ternyata bukan sekadar urusan fashion atau gaya-gayaan semata?
Ulama Buya Yahya menjelaskan bahwa mengenakan pakaian terbaik di hari istimewa sebenarnya memiliki dasar dalam agama, asalkan dilakukan dengan cara yang benar dan tidak berlebihan.
Dalam sebuah dakwahnya, Buya Yahya mengisahkan riwayat saat Sayyidina Umar bin Khattab menyarankan Rasulullah SAW untuk membeli jubah bagus demi menyambut hari raya dan tamu. Meski Rasulullah menolak jubah tersebut karena berbahan sutra (yang haram bagi laki-laki), beliau tidak melarang umatnya mengenakan pakaian bagus.
"Nabi tidak melarang pakai baju bagus. Maka para ulama mengatakan, sunnahnya kita pakai baju yang bagus, kalau bisa baru, kalau punya duit. Gak usah pakai ngutang," kata Buya Yahya dikutip dari video YouTube Buya Yahya Al Bahjah, Kamis (19/3/2026).
Namun, Buya Yahya memberikan catatan penting. Jangan sampai keinginan memakai baju baru justru memberatkan ekonomi keluarga.
Makna Hari Raya yang Sesungguhnya
Seringkali kita terjebak pada definisi hari raya yang hanya terlihat dari penampilan fisik. Padahal, menurut Buya Yahya, inti dari Lebaran adalah peningkatan kualitas spiritual. Ia mengutip sebuah ungkapan bijak:
"Bukanlah hari raya orang yang pakai baju baru, tapi orang berhari raya itu yang imannya bertambah."
Doa Saat Memakai Baju Baru
Agar pakaian yang kita kenakan membawa keberkahan dan bukan menjadi sumber dosa, Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa. Buya Yahya mengingatkan bahwa setiap pakaian baru, baik itu baju, sarung, hingga sandal, memiliki sisi baik dan buruk.
"Apa kebaikan baju ini? Kita gunakan untuk beribadah. Apa kejelekan baju itu? Kita jadikan untuk sombong-sombongan," jelasnya.
Baca Juga: Pasutri Wajib Tahu! Begini Hukum Mandi Junub Setelah Imsak di Bulan Puasa Menurut Buya Yahya
| Source | : | Youtube |
| Penulis | : | Devi Agustiana |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |