Grid.ID – Di balik penampilan glamor dan senyum manisnya, artis Roro Fitria menyimpan kisah perjuangan yang menguras air mata di bulan Ramadan tahun ini. Menjalani peran sebagai orang tua tunggal (single parent), perempuan yang akrab disapa Nyai ini secara blak-blakan mengungkap kondisi finansialnya yang kini murni ia tanggung sendirian tanpa bantuan mantan suaminya.
Sebagai informasi, Roro Fitria dipinang pria bernama Andre Irawan pada 29 Desember 2021 dengan mas kawin uang sejumlah Rp290.122.021.
Namun sayang keduanya memilih bercerai oada 6 Desember 2022 setelah pernikahan mereka berakhir di sidang pengadilan, dengan proses yang diwarnai perselisihan. Roro Fitria juga sempat melayangkan somasi terkait kewajiban uang iddah dan nafkah anak.
Roro Fitria membeberkan bahwa mantan suaminya sama sekali tidak memberikan nafkah untuk putra semata kawan mereka, Muhammad Sultan Al-Fathir.
"Qadarullah, Allah memberikan cobaan sang bapak tidak pernah memberikan nafkah sepeser pun. Seharusnya tanggung jawabnya dua orang, bapak dan ibu, cuman semuanya aku handle sendiri," ungkap Roro saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3/2026).
Mandiri Secara Ekonomi Lewat Bisnis Kue
Alih-alih terpuruk dalam kesedihan, Roro Fitria memilih untuk memutar otak demi masa depan sang buah hati. Memanfaatkan momen Ramadan, ia terjun langsung ke dapur untuk memproduksi kue kering. Tak main-main, Roro mengaku berguru langsung pada sang kakak yang memiliki keahlian di bidang pastry.
"Aku tiga tahun terakhir ini berguru sama kakak aku, Mami Uti dari Cantikaputri Cake. Aku bilang, 'Ajarin aku dong'. Aku pengen bisa, seperti dulu aku nggak bisa desain baju sekarang bisa, desain tas bisa, sekarang aku belajar bikin kue," tuturnya.
Perjuangan tersebut membuahkan hasil manis. Di bawah brand "Kue Ramadan Nyai", berbagai varian kue seperti kastengel, putri salju, hingga nastar produksinya laris manis di pasaran.
"Alhamdulillah kemarin sudah terjual 1.000 toples. Selebihnya aku jual lewat sistem online," tambah Roro Fitria.
King Sultan Jadi Kekuatan Utama
| Penulis | : | Ulfa Lutfia Hidayati |
| Editor | : | Desy Kurniasari |