Grid.ID - Kronologi aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras menjadi sorotan publik setelah peristiwa kekerasan itu terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Serangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) tersebut terjadi saat Andrie Yunus baru saja menyelesaikan aktivitasnya pada Kamis (12/3/2026) malam.
Peristiwa ini bukan hanya menimbulkan luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh korban, tetapi juga memunculkan kekhawatiran atas keselamatan pembela hak asasi manusia di Indonesia. Polisi telah membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan.
Di sisi lain, KontraS menilai insiden ini sebagai bentuk ancaman terhadap suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM. Berikut kronologi aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras secara lengkap berdasarkan rangkaian keterangan saksi, KontraS, dan kepolisian.
Kronologi Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras
Berdasarkan penjelasan Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, kronologi aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras bermula sesaat setelah Andrie (27) menyelesaikan perekaman siniar atau podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”. Kegiatan tersebut digelar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta dan rampung sekitar pukul 23.00 WIB pada Kamis, 12 Maret 2026.
Setelah acara selesai, Andrie meninggalkan lokasi dengan mengendarai sepeda motor miliknya. Saat Andrie sedang melintas di Jalan Salemba I-Talang atau kawasan Jembatan Talang, Senen, Jakarta Pusat, dua orang laki-laki yang mengendarai satu sepeda motor menghampiri Andrie dari arah berlawanan.
Mengutip Serambinews.com, kedua pelaku diduga menggunakan sepeda motor Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021. Pelaku pertama yang berperan sebagai pengendara disebut mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam.
Sementara pelaku kedua yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah. Ia juga memakai kaus biru tua dan celana panjang biru yang dilipat hingga pendek, yang diduga berbahan jeans.
Salah satu pelaku diduga menyiramkan cairan berbahaya atau air keras ke arah Andrie saat mereka berpapasan. Siraman itu datang dari arah depan dan langsung mengenai sebagian tubuh korban. Menurut keterangan Dimas, serangan tersebut terjadi sekitar pukul 23.37 WIB.
Akibat serangan tersebut, Andrie kehilangan kendali atas sepeda motor yang dikendarainya hingga akhirnya terjatuh. Serangan mendadak itu membuat situasi di lokasi menjadi panik, terutama karena korban langsung merasakan sensasi panas hebat akibat cairan yang mengenai tubuhnya.
Salah satu saksi mata bernama Buyung (32) menceritakan bahwa ia mendengar teriakan keras dari arah Jembatan Talang menjelang tengah malam. Saat itu, Buyung sedang bermain gitar bersama rekannya di ujung jembatan.
| Source | : | Kompas.com,Serambinews.com |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |