Grid.ID - Kenaikan harga kebutuhan pokok selama Ramadan 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang dalam menjaga kondisi finansial tetap stabil hingga Lebaran. Di tengah lonjakan harga bahan pangan, kebutuhan konsumsi masyarakat justru meningkat karena harus menyiapkan menu sahur dan berbuka puasa setiap hari.
Belum lagi kebiasaan membeli takjil, menghadiri buka bersama, hingga belanja kebutuhan Lebaran yang sering membuat pengeluaran membengkak tanpa terasa. Kondisi inilah yang membuat banyak orang merasa dompet lebih cepat menipis selama Ramadan 2026 dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.
Padahal, jika dikelola dengan tepat, Ramadan 2026 justru bisa menjadi momen untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat dan terkontrol. Karena itu, penting untuk memahami tips mengatur keuangan selama Ramadan 2026 agar tetap hemat, stabil, dan bahkan tetap “kaya” sampai Idul Fitri tiba.
Kenaikan Harga dan Takjil Bikin Pengeluaran Ramadan 2026
Naiknya harga kebutuhan pokok selama Ramadan 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang dalam mengatur keuangan. Di tengah harga bahan pangan yang melonjak, kebutuhan konsumsi masyarakat justru meningkat karena harus menyiapkan menu sahur dan berbuka puasa.
Di sisi lain, pengeluaran juga bertambah karena kebiasaan membeli takjil untuk berbuka. Kondisi inilah yang membuat keuangan sebagian orang menjadi tidak stabil selama Ramadan 2026, meskipun secara logika frekuensi makan justru berkurang menjadi dua kali sehari.
Fenomena ini juga dirasakan langsung oleh sebagian masyarakat. Salah satunya Desiana (31), warga Manggarai, yang mengaku pengeluarannya lebih boros saat Ramadan 2026. “Jadi, buat buka tuh beli apa saja, tapi ujung-ujungnya enggak dimakan, itu sih yang kayaknya bikin boros,” ungkap Desiana ketika diwawancarai Kompas.com di Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026).
Ia mengatakan pada hari biasa dirinya bisa lebih hemat karena membeli makanan sesuai kebutuhan. Namun, saat Ramadan 2026, dorongan untuk membeli lebih banyak menu berbuka justru membuat pengeluaran menjadi tidak terkendali.
Warga Jakarta Selatan lainnya, Joharia (54), juga mengaku harus mengeluarkan uang ekstra selama Ramadan 2026 karena membeli takjil setiap hari. “Kalau hari biasa kan makan aja, meski dua sampai tiga kali, tapi enggak harus ada es, gorengan, kolak, dan lainnya, jadi banyak tambahannya. Kalau enggak ada takjil, kan rasanya buka puasa kurang nikmat,” tutur dia.
Selama Ramadan 2026, Joharia setidaknya mengeluarkan sekitar Rp100.000 per hari untuk membeli takjil serta menyiapkan menu sahur dan berbuka. Padahal pada hari biasa, kebutuhan makan keluarganya hanya sekitar Rp50.000 per hari.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pengeluaran selama Ramadan 2026 bisa meningkat cukup tajam jika tidak diatur sejak awal. Kebiasaan membeli makanan tambahan untuk berbuka sering kali menjadi penyebab utama membengkaknya anggaran rumah tangga.
Baca Juga: 6 Amalan Meraih Malam Lailatul Qadar yang Bisa Dilakukan Umat Muslim, Raih Pahala di Akhir Ramadan!
| Source | : | Kompas.com,Tribun Palu |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |